alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Harus Ada Zohri Lain, PASI Langsung Tancap Gas

MATARAM-Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) periode 2019-2023 dilantik, kemarin (28/2). Mereka dilantik Ketua Bidang Organisasi dan Provinsi PB PASI Zacky Anwar Makarim di Hotel Lombok Raya.

Pada pelantikan itu, dihadiri para atlet atletik, pengprov cabang olahraga (Cabor), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin, dan Ketua KONI NTB H Andy Hadianto. Usai dilantik, mereka menggelar rapat menyusun program yang akan dijalankan selama setahun.

Ketua Bidang Organisasi dan Provinsi PB PASI Zacky Anwar Makarim mengatakan, pembinaan olahraga atletik NTB sudah cukup bagus. Buktinya, selama beberapa tahun terakhir, atlet NTB sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. ”Terakhir, tiga atlet atletik NTB menyumbangkan satu medali perak dan satu perunggu di Asian Games,” kata Zacky saat memberikan sambutan usai pelantikan, kemarin (28/2).

Rentetan prestasi itu harus ditingkatkan lagi. Nah, melalui pengurus PASI yang ada saat ini harus berkomitmen memajukan PASI NTB. ”Potensi atlet atletik NTB sangat besar untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Contohnya saja, sang juara dunia Lalu Muhammad Zohri. Anak muda Bumi Gora itu pertama kali dipantau kemampuannya di Kejurnas antar PPLP di Manokwari Papua. ”Mengejutkan, anak masih muda bisa berlari 10,32 detik. Zohri menjadi perbincangan di PASI,” kata dia.

Lalu, dipanggil ke pelatnas. Beberapa bulan kemudian, Zohri dikirim mengikuti kejuaraan Asian Youth di Tokyo, Jepang. ”Bikin kaget, dia meraih medali emas di kejuaraan itu dengan catatan waktu 10,27 detik,” jelasnya.

Selanjutnya dikirim ke Amerika selama sebulan. Dia berlatih bersama salah satu pelatih terbaik dunia, Harry Mara. ”Sepulangnya, dari Amerika langsung menuju kejuaraan dunia di Finlandia,” bebernya.

Tak disangka, Zohri yang tak diperhitungkan di final malah juara. Itu membuat gempar masyarakat Indonesia. ”Catatan waktunya 10,18 detik.  Catatan itu mendekati pemegang rekor nasional, Suryo Agung,” jelasnya.

Sekarang tugas PASI adalah mencari dan membentuk Zohri-zohri yang baru. Agar, marwah Indonesia di level internasional terangkat melalui cabor atletik. ”Saya tunggu gebrakan pengurus PASI yang baru,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PASI NTB Aryanto Prametu mengatakan, program tahunan sudah disusun. Tinggal dieksekusi. “Kita akan membuat sirkuit race,” kata Aryanto.

Rencananya, akan terselenggara di Pulau Lombok dan Sumbawa. Race pertama berlangsung di Kota Bima, race 2 diselenggarakan di Kabupaten Sumbawa, Race ketiga di GOR 17 Desember Mataram. ”Masing-masing pemenang race akan turun di partai final. Kita selenggarakan di GOR 17 Desember,” ucapnya.

Kejuaraan itu diselenggarakan untuk mencari bibit atlet muda. Diharapkan, muncul atlet potensial.  “Mudahan kita bisa menemukan atlet potensial di kejuaraan yang kita gelar,” harapnya.

Selain itu, program tahun ini meloloskan atlet atletik sebanyak mungkin ke PON. Artinya, semua atlet yang berpotensi akan dikirim. ”Kita akan kirim semua atlet. Entah muda, remaja, maupun senior,” ujarnya.

Tetapi, semua atlet diberikan kesempatan merebut limit PON hanya di Jateng Open. Sebelum berangkat, atlet akan menjalani tes. ”Kita akan seleksi siapa atlet yang layak turun di Jateng Open,” ungkapnya.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto yakin PASI di bawah Aryanto akan lebih baik. Sepak terjangnya memimpin organisasi olahraga tidak diragukan lagi. ”Buktinya saja olahraga futsal. Klub futsal NTB bisa sukses hingga tembus ke level Asia berkat Aryanto,” sanjung Andy.

Sekarang, cabor atletik NTB ditargetkan 10 medali emas di PON XX/2020 Papua. Tentu target itu tidak mudah dicapai. ”Tetapi, saya yakin kalau dibawah kepemimpinan Aryanto target itu pasti bisa dicapai,” ungkapnya.

Yang terpenting, komunikasi dan silaturahmi internal PASI harus diperkuat. Begitu juga hubungan atlet, pelatih, dan pengurus harus lebih erat. ”Saya berharap banyak cabor atletik bisa menghasilkan prestasi lebih baik lagi,” tutupnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks