alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Ketua ISSI Jangan Lepas Tangan

MATARAM-Sejak 10 tahun terakhir, prestasi pembalap BMX NTB di level nasional cukup gemilang. Pembalap NTB I Gusti Bagus Saputra menyumbangkan medali emas di Sea Games, Malaysia. Puncaknya, pembalap NTB itu meraih perak di Asian Games.

Tetapi, sekarang generasi atlet terputus. Pengprov Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) NTB tak memiliki inovasi menyiapkan atlet potensial. Pelatih balap sepeda BMX Junaidi mengatakan, Bagus sudah tak lagi berlatih di NTB. Dia fokus mengikuti kejuaraan internasional. ”Bagus juga sudah tidak bisa turun di PON XX/2020 Papua. Karena pembatasan usia,” kata pria yang akrab disapa Edet itu kepada Lombok Post, kemarin (28/2).

Untuk itu, Edet harus bersusah payah menyiapkan atlet. Semua pelatihan hingga penyiapan anggaran dilakukan sendiri. ”Sebenarnya, Ketua juga harus ikut turun. Jangan lepas tangan,” pintanya.

Meski ISSI miskin inovasi, Edet tetap memunculkan atlet baru. Dia membina atlet muda yang disiapkan mengikuti kejuaraan nasional dan internasional. “Saya tidak bisa bergerak sendiri. Saya butuh bantuan ketua ISSI,” kata dia.

Satu pembalap yang disiapkan mengikuti  Pra-PON. Satu pembalap lagi disiapkan mengikuti kejuaraan internasional C1.  ”Helmi kita siapkan ke Pra-PON dan kejurnas. Hadi Wiranata kita siapkan ke kejuaraan internasional,” jelasnya.

Helmi peraih medali emas di Porprov 2018. Dia menjadi satu-satunya pembalap sepeda BMX NTB yang potensial. ”Kita terus genjot kemampuannya,” kata dia.

Saat ini masih melakukan persiapan umum. Latihannya hanya dua kali seminggu. ”Kita tidak bisa berbuat lebih karena keterbatasan anggaran,” keluhnya.

Seharusnya, ISSI harus membantunya menyiapkan anggaran. Sehingga persiapannya lebih maksimal. ”Bagaimana mau maju kalau saya saja yang bergerak sendiri,” ungkapnya.

Dia berharap, ISSI turun tangan membantunya. Supaya pembibitan atlet balap sepeda BMX tidak terputus. ”Saya tidak ingin generasi atlet kita terputus,” harapnya.

Ketua Bidang Organisasi Hari Gunawan mengatakan, aturan batasan usia membuat pembalap andalan NTB tak bisa turun di PON. Regulasi itu yang membuat ISSI harus memutar otak mencari bibit atlet. ”Kita belum tahu apakah atlet yang disiapkan Edet memiliki peluang meraih medali atau tidak,” kata Hari.

Jika memang membutuhkan bantuan nanti akan didiskusikan dengan pengprov. Tetapi, sampai sekarang, Ketua ISSI NTB, Husnul Fauzi belum memanggil tim untuk membicarakan terkait atlet. “Mungkin, ketua masih sibuk,” ujarnya.

Dia hanya menunggu kabar dari Ketua ISSI. Terobosan apa yang ingin dilakukan menghadapi persoalan ini. ”Kalau saya berharap, persoalan ini segera diatasi,” pintanya.

Ketua Pengprov ISSI NTB  Husnul Fauzi mengatakan, persoalan itu karena kurang komunikasi antar internal ISSI saja. Jika ada keperluan yang ingin disampaikan bisa melalui proses internal. “Intinya komunikasi,” kata Husnul.

Jika memang internal ISSI berkomitmen untuk menyiapkan atlet menuju PON, Husnul juga akan memiliki komitmen. “Mari kita duduk bersama menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

Jika Edet membutuhkan anggaran untuk membantu pembinaan atlet, dapat langsung dibicarakan di internal ISSI. ”Kalau diam saja, mana kita tahu permasalahan yang dihadapi,” tegasnya. “Intinya saya komit meningkatkan kualitas pembalap NTB,” tukasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks