alexametrics
Sabtu, 24 Oktober 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020

Alarm Bahaya Target 17 Emas

MATARAM-Tim atletik NTB belum menunjukkan hasil maksimal di kejuaraan nasional (Kejurnas) Jawa Timur (Jatim) Open 28-31 Maret lalu. Dari 14 atlet  yang dikirim, mereka hanya mendapatkan satu medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu. Padahal, atletik ditargetkan 10 medali emas di PON Papua.

Hasil ini menjadi alarm bahaya bagi NTB yang mematok target 17 medali emas. Apalagi atlet yang diturunkan berasal dari Pelatda Mayung. Atlet yang dibina khusus untuk mendulang medali emas di PON nanti.

Pada Jatim Open, medali emas dipersembahkan Ni Dewa Ayu Ita Arianti di nomor tolak peluru. Atlet asal Lingsar itu melempar sejauh 13,09 meter. Medali perak dipersembahkan L Aji Kusuma Rinjani di nomor 400 meter gawang, Rohani nomor lari 100 meter gawang dan lompat jauh, serta Ni Putu Yogiswari di nomor tolak peluru.

Sedangkan medali perunggu dipersembahkan Ridwan nomor 5.000 meter, tim estafet 4×100 meter, Sudirman Hadi nomor 100 meter, serta Dian Ekayanti di nomor 800 meter dan 1500 meter.

Hasil itu menjadi catatan bagi Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB. Karena, atlet yang telah dibina di Pelatda Mayung sejak 2017 lalu itu belum memperlihatkan progres positif.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, hasil di Jatim Open akan menjadi bahan evaluasi. Sekaligus, pelecut semangat bagi atlet lainnya. ”Saya menyaksikan langsung kejurnas itu. Banyak yang perlu dievaluasi,” kata Andy kepada Lombok Post, kemarin (31/3).

Dia melihat, banyak muncul atlet muda dari daerah lain yang memiliki kemampuan bagus. Dan ini bisa mengancam target 17 medali emas NTB. ”Catatan waktu mereka (atlet daerah lain) cukup tajam. Bahkan bisa mengalahkan atlet NTB yang lain,” ujarnya.

Atlet muda itu menjadi ancaman bagi NTB pada PON XX/2020 Papua. Untuk itu, perlu diwaspadai keberadaan mereka. ”Musuh kita tidak tidur. Sudah saatnya kita juga bangkit,” kata dia.

Dia masih memiliki waktu untuk memperbaiki. Bagi atlet yang belum lolos limit, masih ada kesempatan di kejuaraan lain. ”Masih ada Jateng Open dan Kejurnas atletik di Jakarta,” ungkapnya.

Dia berharap, disisa waktu yang ada para atlet terus menggenjot kemampuannya. Sekarang bukan saatnya untuk main-main. ”Kalau kita tidak segera berubah, target 10 medali emas terancam,” pungkasnya. (arl/r10) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Produksi Meningkat, Perajin Perak Terima Bantuan Hibah Mesin Giling

Ketua Tim  Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Adi Sayoga secara simbolis telah menyerahkan bantuan mesin giling perak kepada JEN' s

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks