alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Pemprov Minta Dukungan seluruh OPD terhadap atlet-atlet NTB

MATARAM-Sekda NTB HL Gita Ariadi meminta dukungan seluruh OPD terhadap atlet-atlet NTB yang akan turun di PON Papua. Ini disampaikan Gita saat rapat pleno bersama Kontingen NTB, akhir pekan lalu. “PON itu pertempuran adu prestasi. Maka kita harus total,” ujarnya.

Untuk memenangkan peperangan maka dibutuhkan soliditas yang tinggi. Terlebih atlet akan mengikuti PON dalam tekanan covid-19. “Atlet yang berangkat semua adalah ksatria. Harus tetap bersatu,” katanya.

Selain itu Sekda juga menegaskan agar seluruh tim fokus untuk mencapai tiga hal. Yakni sukses penyelenggaraan, sukses mencapai target prestasi 17 emas, dan sukses akuntabilitas. Sekda juga meminta seluruh OPD bisa mendukung atlet-atlet selama persiapan dan pelaksanaan PON nanti.

Ketua Kontingen MTB H Mori Hanafi menyampaikan detail capaian kesiapan, optimisme potensi, dan tantangan. Juga situasi terakhir persiapan seluruh tim kontingen yang akan berangkat ke Papua dalam waktu dekat.  “Target 17 emas ada dasarnya. Kami juga sudah inventarisir masalah dan solusi,” jelasnya.

Baca Juga :  Karateka NTB Berhasil Raih Satu Medali Emas Pada Kejurnas Piala Kasal Cup

Menurut Mori, target 17 medali emas  berasal dari sembilan cabor unggulan. Seperti atletik, tinju, tarung derajat, voli pasir, kempo, panjat tebing, karate dan menembak. Meskipun begitu, sepuluh cabor lainnya masih berpotensi menyumbangkan medali. Sehingga Raihan medali bisa melebihi target yang ditetapkan. “Atlet NTB banyak yang sudah ikut Pelatnas dan sudah bisa dipastikan akan meraih emas pada PON nanti. Potensi tambahan emas dari cabor lain masih ada,” paparnya.

Dewan Pembina Kontingen NTB Kasdiono mengatakan, kontingen NTB harus tetap bisa menjaga nilai sportivitas selama mengikuti PON Papua nanti. NTB harus berani menjadi pionir menjunjung tinggi sportivitas. “Apa gunanya dapat target 17 medali tapi kita nodai sportivitas,” katanya.

Baca Juga :  Selamat Berjuang, Banggakan NTB

Kasdiono meminta kontingen NTB harus berani bersuara jika melihat tindakan yang menciderai sportivitas terjadi di PON Papua. Jika perlu NTB menolak hasil PON, apabila ada hal yang merusak sportivitas tadi. Karena PON ini niat awalnya adalah menyatukan bangsa Indonesia melalui olahraga. “PON pertama itu tahun 1948. Jadi misinya jelas saat itu ingin menyatukan bangsa,” tegasnya.

Kasdiono mengatakan, pihaknya juga akan tetap memantau proses persiapan yang dijalani atlet. Sesuai dengan arahan sekda dan KONU NTB bahwa dewan pengarah harus memantau atlet per klaster. “Kita akan tetap memantau, saat persiapan disini atau nanti saat di Papua,” pungkasnya. (puj/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/