alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kisah Abdul Wahid, Pebiliar yang Akan Membela NTB di PON Papua

NTB akan mengirim atlet dari 15 cabor ke PON Papua. Salah satunya cabor biliar dengan satu atlet yakni Abdul Wahid. Seperti apa perjalanan karir Abdul Wahid?

 

PUJO NUGROHO, Mataram

 

BADANNYA gempal, berkumis, dan berjenggot. Begitulah penampilan Abdul Wahid. Meski terkesan seram, ternyata dia ramah dan bisa menghidupkan suasana di asrama atlet Pelatda PON.

Di balik sosoknya yang menyeramkan tapi ramah itu, Wahid mengasah kemampuan biliarnya dari merantau ke sejumlah daerah. Seperti Bali dan Surabaya. ”Dulu pertama kali kenal biliar itu tahun 1988. Setelah pindah dari Dompu ke Mataram,” ujar Wahid.

Di Mataram, Wahid bermain biliar secara otodikdak. Dia bermain bersama teman-temannya di penyewaan biliar yang menggunakan sistem koin. Kala itu satu koin seharga Rp 150. Karena sering bermain, skill-nya  semakin terasah.

Pada 2011, Wahid memutuskan merantau ke Bali. Di Bali hidup yang dijalani Wahid tidak mudah. Dia bekerja serabutan sebagai sopir truk material bangunan. Sambil bekerja, dia tetap bermain biliar. ”Saya tetap nongkrong di tempat biliar. Jadi tetap main sekalian latihan,” katanya sambil tertawa.

Kemudian pada 2013, Wahid sempat kembali ke NTB tepatnya ke Dompu dan mengikuti Porprov mewakili Dompu. Saat itu dirinya tidak mendapatkan medali.

Setelah mengikuti porprov, Wahid memutuskan untuk merantau lagi. Kali ini tujuannya ke Surabaya. Di sana, Wahid sempat menjalani pelatihan biliar di Galaxy Pool. Salah satu arena biliar ternama di Surabaya. ”Semacam kursus begitu. Jadi nanti selesainya dapat sertifikat dan bisa jadi modal untuk melatih,” katanya.

Di Surabaya, Wahid juga hidup dengan bekerja serabutan. Selain menjadi sopir freelance, Wahid juga menjual gelas songga. Gelas yang jika diisi air panas atau hangat rasanya pahit. ”Airnya itu yang dipercaya jadi obat. Gelas inilah yang saya jual di sana,” tuturnya.

Dua tahun di Surabaya, Wahid kembali lagi ke Dompu pada 2015. Setelah kembali ke Dompu, Wahid tetap rutin bermain biliar dan mengikuti kejuaraan lokal. Pada Porprov 2018, Wahid kembali turun di Porprov. Saat itu dia mewakili Kota Bima dan mendapatkan medali perak di nomor single bola 8.

Karena mendapatkan medali tersebut, Wahid kemudian mendapatkan undangan untuk mengikuti seleksi atlet Pra-PON yang dikemas dalam Kejuaraan Provinsi Biliar di 2019. ”Di kejurprov saya tidak dapat medali,” katanya.

Meski tidak mendapatkan medali, Wahid bersama tiga atlet lain yang juga tidak mendapat medali berangkat mengikuti Pra-PON. Karena Pengprov POBSI NTB, tidak membatasi pebiliar yang mau ke Pra-PON. Asalkan dengan cara sharing biaya.

”Nah di Pra-PON itu saya dapat perak. Sekaligus lolos ke PON, hanya saya saja yang lolos dan bisa mewakili NTB,” tutupnya. (*/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks