alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

MATARAM-Cabang olahraga (Cabor) mematok target 10 medali emas di PON Papua. Tetapi melihat hasil kejuaraan nasional (Kejurnas) Jawa Timur (Jatim) Open, target itu terasa sulit terwujud.

Belajar dari pengalaman itu, satuan pelaksana (Satlak) Pelatda Mayung langsung bergerak cepat. Mereka mengevaluasi program pelatih pelatda.

Ketua Binpres KONI NTB Wibowo Budi Santoso mengatakan, tim sudah mendengarkan keluhan dan persoalan yang dihadapi pelatih di lapangan. Sebagian besar, mereka mengeluhkan fasilitas latihan. ”Kita akan penuhi peralatan latihan itu. Tetapi, anggaran 2019 belum cair,” kata Bowo kepada Lombok Post, kemarin (4/4).

Hasil tidak maksimal di Jatim Open, menurut dia, salah satunya persiapan tersendat pada Januari hingga Februari. Penyebabnya, penentuan SK Pelatda Mayung terhambat. “Penerbitan SK juga mengganggu program latihan,” ujarnya.

Dia sadar hasil Jatim Open lalu menjadi ancaman nyata bagi tim atletik NTB. Untuk itu, para atlet dan pelatih diminta berbenah. ”Ancaman itu sudah ada. Kalau kita berleha-leha bakal tergilas,” tegasnya.

Sementara, program latihan pelatih juga akan dianalisa. Apakah atlet sudah menjalankan program sesuai dengan yang diharapkan atau belum. ”Program yang disusun bisa saja diubah. Asalkan harus melihat situasi dan kondisi atlet,” ujarnya.

Menurutnya, jika melihat hasil pada Jatim Open lalu, volume dan intensitas latihan atlet perlu ditingkatkan. Semula  yang hanya menjalankan empat sampai lima sesi, ke depan perlu ditingkatkan lagi. ”Harus bisa lebih banyak dari itu,” tegasnya.

Peningkatan volume dan intensitas program tidak sembarangan. Perlu mempertimbangkan aspek lain. “Situasi dan kondisi atlet harus kita pertimbangkan. Takutnya, jika intensitas dinaikkan bisa menyebabkan over training,” bebernya.

Kondisi itu dapat merugikan atlet dan mengganggu target 10 medali emas. Semua itu harus dipertimbangkan dengan pelatih. “Kita akan bicarakan lebih intens lagi dengan pelatih kalau terkait program,” ungkapnya.

Bowo mengingatkan, atlet NTB masih memiliki kesempatan mengejar tiket PON pada Jateng Open, Juli nanti. Mereka masih memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk meningkatkan kemampuannya. ”Waktu pelaksanaan Jateng Open cukup mepet,” ujarnya.

Apalagi, bulan depan sudah memasuki puasa. Perlu dipertimbangkan lagi peningkatan volume dan intensitas latihan. ”Kita harus bedah itu semua dengan pelatih. Apakah bulan depan volume dan intensitas latihannya akan ditingkatkan. Tergantung pada kebutuhan nantinya. Jika memungkinkan, mau tidak mau harus diterapkan,” kata dia.

Ia menegaskan, jika atlet tidak mematuhi aturan akan ditindak tegas. Bisa saja terdegdarasi dari Pelatda Mayung. ”Hasil lalu menjadi alarm bahaya bagi kita,” peringatnya.

Bowo mengatakan, cabor atletik paling gampang mengukur kemampuan atlet. Karena atletik merupakan cabor terukur. “Kalau kita mau ukur tinggal melihat catatan waktunya saja. Jadi, jangan main-main,” ucapnya.

Pelatih Pelatda Mayung Kapten Muhdar mengatakan, sangat setuju jika volume dan intensitas latihan ditingkatkan lagi. Karena jarak untuk menuju Jateng Open dan Kejurnas atletik di Jakarta cukup mepet. ”Jateng Open diselenggarakan Juli, sedangkan Kejurnas diselenggarakan Agustus. Kalau tidak salah hanya berjarak 15 hari,” kata Muhdar.

Jika tidak segera ditingkatkan, target 10 medali emas terancam tidak tercapai. Atlet daerah lain tidak tidur. Mereka juga pasti mempersiapkan diri lebih matang. ”Persaingan di semua nomor cukup ketat. Semua atlet memiliki peluang yang sama. Atlet yang lebih siap, dia yang bakal meraih medali emas,” jelasnya.

Muhdar juga meminta atlet pelatda juga butuh kesejahteraan. Mereka hanya menerima honor Rp 1,5 juta dari KONI. ”Katanya, mau ada penambahan dari kabupaten/kota. Tetapi, belum terealisasi sampai sekarang,” ujarnya.

Padahal, honor juga menjadi pelecut semangat atlet berlatih. ”Mudahan saja ada jalan keluar atas persoalan yang dapat menurunkan semangat atlet,” harapnya. (arl/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks