alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Yuk, Kenalan dengan Aldiaz Aqsal Ismaya, Pebalab Muda Kebanggaan NTB

Bumi Gora akan menurunkan tiga pebalap di PON Papua 2020. Salah satunya adalah Aldiaz Aqsal Ismaya. Seperti apa perjalanan karir Aldiaz?

 

PUJO NUGROHO, Mataram

 

Pebalap NTB Aldiaz Aqsal Ismaya cukup bersinar di 2019 lalu. Putra sulung dari dua bersaudara ini menorehkan sejumlah prestasi di kejuaraan balap motor tingkat nasional di kelas novice. Namun siapa sangka, Aldiaz sebelumnya menekuni motorcross.

“Mulai suka balap motor itu dari kecil. Kelas 4 SD. Dulu masih motorcross,” ujar Aldiaz.

Saat berumur 8 tahun atau pada 2010, Aldiaz dibelikan motorcross mini oleh ayahnya Imam Hanafi. Dengan motor itulah Aldiaz sering berlatih bersama atlet motorcross Nakami Vidi Makarim. “Sama Nakami dulu sering latihan. Dibuatkan sirkuit kecil. Disitulah kita latihan,” katanya.

Seiring waktu berjalan, lahan yang biasa digunakan untuk latihan motorcross tidak bisa digunakan lagi. Hal inilah yang menyebabkan Aldiaz berhenti di motorcross. “Setelah itu pernah nyoba panjat tebing. Tapi karena kurang bakat jadi tidak dilanjutkan,” cetusnya sambil tertawa.

Setelah dari panjat tebing, Aldiaz diarahkan ayahnya untuk terjun di road race. Latihan dijalani Aldiaz di sirkuit Selagalas. Selama menjalani latihan, Aldiaz beberapa kali mengalami kecelakaan hingga patah tulang. Tapi musibah itu tidak menyurutkan semangatnya menjadi pebalap. “Dulu sempat patah tulang di tangan kanan. Sembuhnya lama sekitar dua bulan. Tapi tidak buat kapok,” tuturnya.

Perjuangan Aldiaz menekuni road race tidak sia-sia. Aldiaz kemudian dilirik salah satu klub balap motor dan direkrut. Ternyata Aldiaz cocok dan bisa berkembang pesat sampai meraih juara nasional di berbagai ajang. “Memang ayah banyak berperan selama ini. Dia yang selalu mengarahkan saya,” ungkapnya.

Sementara itu, orang tua Aldiaz, Imam Hanafi membeberkan, dirinya melihat Aldiaz sangat tertarik dengan motor sejak kecil. Karena itulah dia mencoba memancing bakat Aldiaz dengan membelikan motorcross mini. “Waktu itu dia rutin berlatih. Tapi sayang karena sirkuitnya tidak bisa dipakai lagi akhirnya pindah ke road race,” katanya.

Keputusan untuk mendorong Aldiaz menekuni dunia road race tidak keliru. Buktinya Aldiaz bisa mencetak prestasi yang bagus dan terpilih mewakili NTB di Pra-PON balap motor bersama dua pebalap lainnya. “Di Pra-PON tiga orang ini lolos ke PON. Sekarang mereka konsentrasi di Pelatda PON,” kata pria yang juga menjadi Pelatih Balap Motor NTB ini.

Imam berharap anak sulungnya bisa tersebut bisa meningkatkan skillnya di Pelatda PON yang sedang diikuti. Sehingga di PON Papua nanti bisa berkontribusi menyumbangkan medali emas. (*/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks