alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Honor Lebih Rendah dari UMR, Sejumlah Pelatih Protes Koni NTB

MATARAM-Pelatih dari beberapa cabor mendatangi KONI NTB, Rabu (6/5). Mereka melakukan audiensi dengan Ketua KONI NTB terkait program Latihan Mandiri PON XX. Karena ada beberapa hal yang tidak disetujui. Salah satunya terkait honor pelatih.

”Kami tidak setuju jika honor pelatih dikurangi dari Pelatda PON,” ujar Pelatih Kempo NTB Agus Suharyan.

Agus menjelaskan, pelatih sudah mendapatkan informasi jika honor pelatih dalam SK Latihan Mandiri PON XX lebih rendah dibandingkan SK Pelatda PON. Pelatih mendapatkan honor sekitar Rp 1,7 juta per bulan. ”Ini kami ingin per jelas. Darimana dapat angka segini,” katanya.

Dari hasil kesepakatan bersama 32 pelatih yang menangani atlet-atlet NTB, honor untuk pelatih sebesar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. Jumlah ini sudah lebih rendah dari honor sebelumnya yang mencapai Rp 5 juta per bulan.

Pelatih Atletik NTB Muhdar menegaskan, honor pelatih jangan sampai di bawah UMR. Muhdar membandingkan honor penjaga malam GOR 17 Desember yang mencapai Rp 2,2 juta. Ini lebih tinggi dari honor yang rencananya diberikan pada pelatih yang ada dalam SK Latihan Mandiri PON XX.

Baca Juga :  KONI NTB Minta Pengprov Cabor Menyerahkan Data Atlet Berprestasi

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto menanggapi keluhan pelatih ini menyatakan, ini masih belum disahkan. SK Latihan Mandiri PON XX masih belum ditandatangani. ”Silahkan pelatih menyampaikan aspirasinya melalui pengprov cabor masing-masing. Karena melalui pengprov adalah langkah yang prosedural,” katanya.

Andy menjelaskan, ada tahapan yang harus dijalankan KONI hingga SK Latihan Mandiri PON XX disahkan. Salah satunya berkoordinasi dengan pengprov cabor terkait mekanisme dan salah satunya adalah soal honor.

KONI NTB memang merencanakan memberi honor sebesar Rp 1,7 juta. Jumlah ini didapat dari hasil studi banding dengan KONI provinsi lain yang menerapkan program latihan mandiri. ”Pengprov cabor sebelumnya setuju kita akan mengadopsi program latihan mandiri provinsi lain. Dan inilah hasilnya. Tapi ini masih belum final,” tegasnya.

Baca Juga :  KONI NTB Kantongi Persetujuan DPRD NTB Untuk Bidding PON 2028

Andy menambahkan, anggaran yang ada di KONI NTB sepenuhnya harus mendapatkan persetujuan Dispora NTB untuk penggunaannya termasuk soal honor. Jadi apa yang dikeluhkan pelatih ini akan disampaikan juga ke Dispora NTB.

”Anggaran ini memang hibah untuk KONI. Tapi penggunaannya harus disetujui Dispora NTB juga,” cetusnya.

Berdasarkan pertemuan tersebut, KONI NTB menunda dulu SK Latihan Mandiri PON XX. Karena masih ada hal yang tidak disetujui pelatih. Sehingga pihaknya akan menindaklanjuti dengan pertemuan bersama pengprov cabor masing-masing.

”Senin kita rencanakan bertemu dengan pengprov cabor agar semua prosedural. Silahkan aspirasinya disampaikan lagi ke pengprov agar bias disampaikan saat rapat nanti,” tandasnya. (puj/r8)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/