alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Honor Lebih Rendah dari UMR, Sejumlah Pelatih Protes Koni NTB

MATARAM-Pelatih dari beberapa cabor mendatangi KONI NTB, Rabu (6/5). Mereka melakukan audiensi dengan Ketua KONI NTB terkait program Latihan Mandiri PON XX. Karena ada beberapa hal yang tidak disetujui. Salah satunya terkait honor pelatih.

”Kami tidak setuju jika honor pelatih dikurangi dari Pelatda PON,” ujar Pelatih Kempo NTB Agus Suharyan.

Agus menjelaskan, pelatih sudah mendapatkan informasi jika honor pelatih dalam SK Latihan Mandiri PON XX lebih rendah dibandingkan SK Pelatda PON. Pelatih mendapatkan honor sekitar Rp 1,7 juta per bulan. ”Ini kami ingin per jelas. Darimana dapat angka segini,” katanya.

Dari hasil kesepakatan bersama 32 pelatih yang menangani atlet-atlet NTB, honor untuk pelatih sebesar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. Jumlah ini sudah lebih rendah dari honor sebelumnya yang mencapai Rp 5 juta per bulan.

Pelatih Atletik NTB Muhdar menegaskan, honor pelatih jangan sampai di bawah UMR. Muhdar membandingkan honor penjaga malam GOR 17 Desember yang mencapai Rp 2,2 juta. Ini lebih tinggi dari honor yang rencananya diberikan pada pelatih yang ada dalam SK Latihan Mandiri PON XX.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto menanggapi keluhan pelatih ini menyatakan, ini masih belum disahkan. SK Latihan Mandiri PON XX masih belum ditandatangani. ”Silahkan pelatih menyampaikan aspirasinya melalui pengprov cabor masing-masing. Karena melalui pengprov adalah langkah yang prosedural,” katanya.

Andy menjelaskan, ada tahapan yang harus dijalankan KONI hingga SK Latihan Mandiri PON XX disahkan. Salah satunya berkoordinasi dengan pengprov cabor terkait mekanisme dan salah satunya adalah soal honor.

KONI NTB memang merencanakan memberi honor sebesar Rp 1,7 juta. Jumlah ini didapat dari hasil studi banding dengan KONI provinsi lain yang menerapkan program latihan mandiri. ”Pengprov cabor sebelumnya setuju kita akan mengadopsi program latihan mandiri provinsi lain. Dan inilah hasilnya. Tapi ini masih belum final,” tegasnya.

Andy menambahkan, anggaran yang ada di KONI NTB sepenuhnya harus mendapatkan persetujuan Dispora NTB untuk penggunaannya termasuk soal honor. Jadi apa yang dikeluhkan pelatih ini akan disampaikan juga ke Dispora NTB.

”Anggaran ini memang hibah untuk KONI. Tapi penggunaannya harus disetujui Dispora NTB juga,” cetusnya.

Berdasarkan pertemuan tersebut, KONI NTB menunda dulu SK Latihan Mandiri PON XX. Karena masih ada hal yang tidak disetujui pelatih. Sehingga pihaknya akan menindaklanjuti dengan pertemuan bersama pengprov cabor masing-masing.

”Senin kita rencanakan bertemu dengan pengprov cabor agar semua prosedural. Silahkan aspirasinya disampaikan lagi ke pengprov agar bias disampaikan saat rapat nanti,” tandasnya. (puj/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks