alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

The Gunners Hanya Buat Satu Tembakan On Target

RENNES-Arsenal belum pernah kalah melawan tim Prancis di kompetisi Eropa. Diantara 13 pertemuan sebelumnya, The Gunners delapan kali menang dan lima kali kalah. Tapi dominasi Arsenal akhirnya mencapai titik henti.

Kemarin (8/3) di Roazhon Park, Arsenal takluk 1-3 oleh tuan ruma Stade Rennais dengan skor 1-3 pada leg pertama 16 besar Liga Europa. Margin dua gol ini membuat Laurent Koscielny dkk bekerja ekstra keras di leg kedua Jumat (15/3) mendatang di Emirates Stadium.

Pelatih Arsenal Unai Emery dalam starting XI timnya secara mengejutkan memainkan Mesut Oezil sejak menit pertama. Dan ini menjadi spesial karena sejak boxing day (26/12) versus Brighton & Hove Albion, Oezil tak pernah bermain sebagai pilihan utama Emery saat timnya melakoni partai tandang.

“Ini bukan pengalaman yang menyenangkan karena kami gagal menyelesaikan pekerjaan dengan bagus apalagi minus satu pemain. Saya rasa kami bisa lebih baik di pertemuan berikutnya,” ucap Emery dalam situs UEFA.

Mengenai pemilihan Oezil yang tampil sebagai starter memang mengejutkan. Apalagi performa Oezil ketika laga tandang dan dimainkan sebagai starter rekornya biasa saja. Yakni enam kali main, dua kali menang, dua kali seri, dan dua kali kalah di semua ajang.

Dari statistik individu eks pemain Real Madrid versi Statszone, Oezil hanya membuat satu tembakan dan on target. Akurasi umpan Oezil hanya 81 persen (34 sukses dari 42 percobaan) dan hanya membuat satu peluang gol.

Untuk statistik flop tersebut The Independent memberika Oezil nilai 4. Bermain sebagai playmaker di belakang Pierre-Emerick Aubameyang serta diapit Henrikh Mkhitaryan di flank kanan juga Alex Iwobi di flank kiri, Oezil tidak tampil waow.

Pundit BT Sport yang merupakan mantan bek Arsenal Martin Keown mengkritik mengapa Oezil gagal tampil stabil jika bermain di kandang ataupun tandang. Menurut Keown hal ini karena relasi yang retak antara Oezil dengan sang pelatih Emery.

“Saya tahu jika Aaron Ramsey akan pergi akhir musim ini namun hal itu masih terjadi musim panas mendatang. Ramsey masih punya kontrak dengan tim ini dan pelatih bisa memainkannya kapanpun,” ucap Keown.

Mantan bek Arsenal selama 13 tahun itu mengkritisi pergantian pemain oleh Emery pasca  Sokratis Papastathopoulos kena kartu kuning kedua di menit ke-38. Setelah tertinggal 1-2 oleh Rennais, Emery malah bermain tanpa penyerang.

Aubameyang ditarik keluar pada menit 79 dan digantikan bek Sead Kolasinac. Dan bukannya pertahanan makin solid karena menambah pemain belakang, yang ada Arsenal justru kebobolan satu gol lagi. “Situasi sepuluh pemain yang dialami Arsenal seharusnya membuat pelatih menyisakan satu pemain yang punya kemampuan counter attack. Yang terjadi malah kemudian Arsenal bermain tanpa striker,” cecar Keown.

Selain masalah strategi dan pergantian pemain, Keown juga mengkritik soal kedisiplinan para pemain Arsenal. Dalam dua laga tandang beruntun di Liga Europa, ada saja pemain yang kena kartu merah.“Saya tak tahu apa dikatakannya (Emery, red.) di ruang ganti kepada anak buahnya. Tapi mereka jelas tampak mereka sangat tinggi temperamennya,” tutur Keown. “Atau jangan-jangan Emery tak menyampaikan pesan dalam bahasa Inggris yang baik?,” tambah pria 52 tahun tersebut.

Gelandang serang Rennais yang mantan anak buah Emery di PSG Hatem Ben Arfa pun berkomentar miring soal mantan bosnya itu. Menurut Ben Afra, Emery tak pernah bisa percaya 100 persen kepada semua pemain. Hanya kepada sosok-sosok tertentu saja.

“Saya masih melihat Emery yang sama dengan periode-periode sebelumnya. Yakni orang yang selalu resah di pinggir lapangan dan kelakuannya membuat saya tertawa,” tutur Ben Arfa kepada Canal Plus.

Menurut France Football masalah antara Ben Arfa dengan Emery terjadi karena bahasa Prancis Emery yang terdengar lucu ketika berbicara dengan tim di ruang ganti. Ben Arfa yang merasa terganggu dengan pemakaian bahasa Prancis Emery yang buruk termasuk sosok yang vokal menyuarakan masalah itu.

Sementara itu, kiper senior Arsenal Petr Cech mendapat aplaus ketika memasuki lapangan kemarin. Kiper 36 tahun itu merupakan pemain Rennais pada musim 2002-2004 dan tampil dalam 70 laga. (dra/jpg/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks