alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Hanya KONI Lotim yang Setor Uang Saku Atlet

MATARAM-KONI Kabupate/Kota sudah sepakat mensuport pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Dukungan itu dalam bentuk uang saku tambahan Rp 1,5 juta. Tetapi, hingga Maret, pemberian uang saku ke atlet tersendat. Padahal, atlet sudah menanti suntikan uang saku dari kabupaten/kota.

Sampai saat ini, baru KONI Lombok Timur (Lotim) yang sudah memberikan dukungan anggaran itu. ”Kita sudah berikan langsung ke atletnya. Kita bayarkan hingga tiga bulan,” kata Ketua KONI Lotim H L Makbul Maya kepada Lombok Post, kemarin (10/3).

KONI Lotim sudah berkomitmen untuk membantu pelaksanaan Pelatda. Tanpa ada bantuan dari KONI kabupaten/kota, pelatda tidak akan berjalan maksimal.  “Menurut saya, kita harus sukseskan KONI NTB meraih 17 medali emas di PON XX/2020 Papua,” ungkapnya.

Dia mengatakan, KONI Lotim hanya memiliki satu atlet di Pelatda Mayung. Yakni, Rina Selviana. ”Dia masuk di pelatda mayung utama cabang olahraga (Cabor) tarung derajat,” ujarnya.

KONI Lotim tahun ini mendapatkan anggaran hanya Rp 1,2 miliar. Itu untuk mensuport atlet pelatda dan program lainnya. ”Ya, dengan anggaran segitu, kita cukup-cukupkan untuk menjalankan program,” kata dia.

Malah rencananya nanti, KONI Lotim akan menitipkan beberapa atletnya dibina di Pelatda Mayung.  Pembiayaan menjalankan program latihan akan ditanggung. “Kita ingin titip atlet lima sampai enam orang di Pelatda supaya fokus berlatih,” ujarnya.

Menurutnya, pelatda mayung cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan atlet. Program yang dijalankan intens dilakukan. ”Pengawasan atletnya juga terorganisir. Ini yang perlu dikembangkan di masing-masing kabupaten/kota,” sarannya.

Tetapi, pelaksanaan pelatda dengan sistem sentralisasi tidak mungkin dapat dilaksanakan di kabupaten/kota. Karena anggarannya terbatas. “Ya, opsinya kita titip di pelatda mayung,” tandasnya.

Sementara itu, tim satlak pelatda mayung Syafrudin mengapresiasi suporting anggaran yang diberikan kepada atlet pelatda. Sebenarnya, para atlet menunggu realisasi suporting anggaran dari masing-masing kabupaten/kota. ”Baru Lotim saja yang sudah memberikan. Mudahan segera menyusul kabupaten/kota lain,” harap Syafrudin.

KONI kabupaten/kota memberikan secara langsung suporting uang saku ke atlet secara langsung. ”Pemberian uang saku tanpa perantara. Cara itu dapat meningkatkan semangat para atlet,” pungkasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks