alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pengprov MI NTB Beri Kesempatan Jagoan Porprov

MATARAM-Pengprov Muay Thai  Indonesia (MI) NTB bahu membahu membina atlet. Di tengah keterbatasan anggaran, mereka tetap memberikan kesempatan kepada atlet potensial merebut tiket PON XX/2020 Papua.

Ketua harian Pengprov MI NTB Indra Gunawan mengatakan, berdasarkan hasil rapat pengurus, disepakati atlet yang juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) lalu akan dipanggil. Mereka akan menjalani Training Center (TC). “Kita TC mereka, supaya dapat melihat perkembangannya,” kata Indra kepada Lombok Post, kemarin (10/3).

Kuota atlet yang dipanggil 14 orang. Mereka akan menjalankan program latihan yang sudah disusun pelatih. ”Kami berikan kesempatan kepada atlet potensial supaya merasakan atmosfer mengejar tiket PON,” ujarnya.

Berkaca dari Porprov 2018 lalu, atlet muay thai NTB lemah di fisik dan teknik. Banyak juga dari mereka yang belum mengetahui dasar bertarung. ”Rata-rata yang turun di Porprov atlet baru. Perlu kita benahi teknik dasar dan fisiknya,” kata dia.

Jika itu berjalan sukses, generasi atlet muay thai tak akan terputus. Prestasi muay thai NTB juga tak sampai PON Papua. ”Kita ingin generasi atlet terus hidup dan semangat untuk mengharumkan nama NTB di level nasional maupun internasional,” ucapnya.

Di PON nanti, ada 18 nomor yang dipertandingkan. Jika atlet potensial dari kabupaten/kota nanti dapat bersaing, peluang meraih medali bisa juga bertambah. ”Saat ini, kita hanya bertumpu pada Ardiansyah dan Adit Agustia,” ungkapnya.

Dia berharap, pengkab/pengkot dapat membantu penganggarannya. Sehingga, pembinaannya dapat berjalan optimal. ”Membina atlet membutuhkan anggaran juga. Untuk biaya makan dan vitamin harus disiapkan,” pungkasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks