Rabu, 8 Februari 2023
Rabu, 8 Februari 2023

Jelang World Superbike, NTB Butuh Satu Juta Lebih Dosis Vaksin

MATARAM-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghitung kebutuhan vaksin untuk mendukung perhelatan World Superbike (WSBK) di Lombok Tengah mencapai 1.025.000 dosis. ”Butuh sekitar itu, untuk bisa mencapai target 70 persen,” kata Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes drg Arianti Anaya, kemarin (9/9).

Arianti menegaskan dukungan Kemenkes untuk memenuhi kebutuhan vaksin di NTB, khususnya Lombok Tengah (Loteng). Dia memastikan target 70 persen masyarat tervaksinasi bisa tuntas sebelum WSBK dimulai. ”Tentu ini dilakukan bertahap. Karena vaksin juga datangnya bertahap,” ujarnya.

Dengan kebutuhan vaksin hingga 1.025.000 dosis, dia meminta gubernur NTB dan kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ikut membantu. Salah satunya dengan tidak memilih-milih vaksin. Gunakan dan serap segera vaksin yang diberikan untuk NTB.

Arianti juga berharap tidak ada kejadian penolakan vaksin di lapangan. ”Harus begitu. Karena Indonesia dapat vaksin juga tidak bisa pilih-pilih,” tutur Arianti saat kunjungan kerja spesifik bersama Komisi IX DPR RI di kantor gubernur NTB, kemarin.

Untuk mengatasi pandemi, diperlukan disiplin protokol kesehatan, vaksinasi, dan tracing testing. Arianti menyebut ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan. Dari ketiga poin ini, Ditjen Farmalkes berperan penting pada kebutuhan vaksinasi, sesuai dengan arahan Komisi IX DPR RI.

Katanya, dari Agustus hingga Desember, Kemenkes akan menerima vaksin yang cukup banyak. Vaksin diperoleh dari kerja sama bilateral dan multilateral dengan pola hibah. Kemudian ada juga yang dibuat di dalam negeri melalui Bio Farma.

Baca Juga :  PSG Tersingkir, Rabiot Malah Pesta

”Bulan-bulan kemarin memang ada keterbatasan. Tapi, dari Agustus sampai Desember nanti, vaksin yang diterima akan cukup banyak,” sebutnya.

Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes dr Prima Yosephine mengatakan, vaksin untuk NTB diprioritaskan ada wilayah Loteng. Khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

”Fokus untuk mempersiapkan WSBK, agar target 70 persen bisa tercapai,” kata Prima.

Kebutuhan vaksin sebanyak 1.025.000 dosis, digunakan untuk suntikan pertama dan kedua. Target tersebut harus bisa dicapai dua bulan ke depan, tepat sebelum WSBK di November. Sehingga, kata Prima, Pemprov NTB bersama Pemda Loteng harus dari sekarang mencoba untuk mempercepat laju vaksinasi.

”Kita hitung dengan minimal selesai di 10 November, maka sehari harus bisa melakukan vaksinasi terhadap 18 ribu orang,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris memastikan dukungan legislatif kepada pemprov dalam upaya mempercepat vaksinasi. ”Untuk kita segera keluar dari pandemi, kita harus bisa memvaksin masyarakat sebanyak-banyaknya,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Charles mengatakan, target 70 persen vaksinasi di wilayah Loteng untuk mendukung balap motor WSBK menjadi atensi DPR RI. Apalagi data vaksin di NTB secara keseluruhan masih di bawah 20 persen.

Baca Juga :  Tiga Kapal Pelni Siapkan Kamar Terapung bagi Penonton MotoGP

Kedatangan Komisi IX DPR RI untuk mengetahui apa kendala capaian vaksinasi yang masih rendah. ”Apakah kendalanya di stok atau distribusinya tidak berjalan baik. Itu yang kita cari solusinya bersama,” ujar Charles.

Mengenai bentuk dukungan Komisi IX kepada NTB, kata Charles, pihaknya membawa 50 ribu dosis vaksin dan rapid antigen dalam jumlah yang sama. Untuk menambah stok vaksin di NTB. ”Ini sebagai upaya bersama, kita gotong royong mempercepat vaksinasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dikes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, adanya event WSBK membuat vaksinasi di Loteng harus dikebut. Agar kekebalan komunitas bisa segera terbentuk. ”Kita harus percepat di Loteng. Insya Allah bisa, apalagi ada banyak dukungan untuk itu,” kata Fikri.

Target 18 ribu per hari di Loteng diyakininya bisa tercapai. Salah satunya melalui vaksinasi di 28 puskesmas. Kata Fikri, satu puskesmas dengan kemampuan vaksinasi rutinnya bisa mencapai 500 orang per hari. Artinya dari 28 puskesmas di Loteng, per hari bisa melakukan vaksinasi terhadap 14 ribu orang. Belum ditambah dengan rumah sakit.

Percepatan vaksinasi di Loteng juga bekerja sama dengan TNI Polri. Juga organisasi maupun kelompok masyarakat. ”Kesempatan yang dikasi ke kita, untuk percepatan dan tambahan logistik dari pusat, harus dimanfaatkan. Terutama di Loteng,” tegasnya. (dit/r5)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks