alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Mimpi Buruk di Schlauchboot

MUENCHEN–Allianz Arena menjadi stadion paling dibenci pelatih Liverpool Juergen Klopp. Dalam 14 kali kesempatan tampil di stadion yang punya sebutan Schlauchboot atau perahu karet itu Klopp cuma menang tiga kali. Sisanya sekali seri dan sepuluh kali kalah.

            Dan setelah empat tahun berlalu, Klopp kembali ke Allianz Arena. Namun kali ini dengan logo burung liver didadanya. Dini hari nanti (14/3) di Allianz Arena, Bayern akan menjamu Liverpool dalam leg kedua 16 besar Liga Champions (siaran langsung RCTI pukul 03.00 WIB).

            “Kami harus tampil luar biasa ketika bermain di sana. Jika kami bermain normal dan biasa-biasa saja maka kami tak punya kesempatan lolos,” kata Klopp dalam situs resmi Liverpool.

            Pesen Klopp itu memang benar. Rekor tandang Liverpool di Liga Champions musim ini sangat jeblok. Tiga kali lawatan ke markas Napoli (3/10), Crvena zvezda (6/11), dan PSG (28/11) tak satupun dimenangi. Gawang Alisson Becker dibobol lima gol dan hanya James Milner yang bisa membukukan gol away saat lawan PSG.

            Pelatih 51 tahun tersebut tahu benar situasi pelik yang dihadapinya kali ini. Imbang tanpa gol dengan Bayern pada leg pertama di Stadion Anfield (19/2) sama sekali bukan skor ideal. Meski hasil imbang 1-1, 2-2, dan seterusnya sudah bisa meloloskan Liverpool.

            Kalaupun ada yang bisa dijadikan ‘penghiburan’ buat Klopp adalah absennya Joshua Kimmich. Kartu kuning yang diterima Kimmich membuatnya menyusul Thomas Mueller yang absen karena hukuman akumulasi kartu.

            Tanpa Kimmich, Bayern tak akan melemah di Schlauchboot. Justru konfidensi Die Roten sedang menguat. Setelah terlempar dari posisi puncak klasemen Bundesliga, akhirnya pada spieltag 25 Bayern sukses mengkudeta Borussia Dortmund dari pisisi tertinggi. Bayern dan Dortmund punya poin yang sama (57) namun agregat gol Bayern lebih baik dua buah dari Dortmund.

            “Mereka (Bayern, red.) sudah kembali pada tempat dimana biasanya berada. Jangan lupa mereka juga baru saja menang dengan nyaman dan mereka ada di jalur memenangi Meisterschale tujuh kali berturut,” ucap mantan pelatih Mainz 05 dan Dortmund itu.

            Angka produktivitas Bayern memang menakutkan menurut Klopp. Dihitung pasca leg pertama di Anfield, mereka mencetak 12 gol dalam tiga laga. Kalau dirata-rata artinya Bayern mencetak empat gol per laga.

            Sedang Liverpool morilnya berbalik 180 derajat dari Bayern. Kalau Bayern meraih posisi puncak maka Liverpool kehilangan posisi puncak. Sudah dua pekan, Liverpool melorot ke peringkat runner-up dan bermargin satu poin di belakang Manchester City (73-74).

            Sudah posisi melorot, produktivitas tim pun merosot. Liverpool hanya membuat sembilan gol dalam empat laga setelah pertemuan dengan Bayern di Anfield. Atau rata-rata gol per laga 2,25 buah.

            “Memang dalam situasi pertemuan kami, seri sudah bisa membuat kami ‘menang’. Namun saya tak akan pernah meminta pemain untuk bermain demikian,” kata Klopp seperti dikutup Liverpool Echo. “Saya tegaskan kepada anak-anak untuk memenangi laga ini,” tambah pelatih yang meraih lima trofi bersama Dortmund itu.

  •             Dalam laga terakhir Klopp bersama Dortmund di Allianz Arena ya kni semifinal DFB Pokal (29/4/2015), Klopp menang dramatis. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, Klopp membawa Dortmund memenangi adu penalti dengan skor 2-0 atas Bayern.

Di sisi lain, gelandang Bayern James Rodriguez dalam situs UEFA mengingatkan Liverpool di era Klopp ini menunjukkan permainan yang cepat dan mematikan. Walau dalam lima laga terakhir di semua ajang, trio Sadio Mane-Mohamed Salah-Roberto Firmino kurang greng.

“Kami harus bermain sempurna untuk melaju ke babak selanjutnya. Liverpool memiliki pemain dengan kualitas merata di semua lini sehingga kami tak bisa mewaspadai sosok individual saja,” ujar James.dra “Ohya, Liverpool memiliki banyak pelari di lapangan,” tambah eks gelandang AS Monaco itu. (/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks