alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

PASI NTB Perjuangkan Mirawan agar Lolos PON Papua

MATARAM-Pengprov PASI NTB akan bersurat ke PB PASI untuk memperjelas batasan usia peserta PON Papua. Khususnya setelah PON Papua XX resmi ditunda ke 2021.

”Kita ingin masukkan Mirawan sebagai atlet PON NTB,” ujar Pelatih Atletik NTB Muhdar, Jumat (12/6).

Muhdar menjelaskan, Mirawan sudah lolos limit PON di nomor 400 meter. Namun Mirawan tidak bisa masuk sebagai atlet NTB yang lolos PON karena terkendala usia. Jika PON digelar 2020, Mirawan masih berada di bawah usia minimal peserta PON.

”Tapi karena PON ditunda ke 2021, maka Mirawan sudah memenuhi usia minimal. Ini yang ingin kita perjelas, bisa atau tidak dia masuk sebagai atlet NTB,” katanya.

PASI NTB juga akan kembali mempertanyakan keputusan PASI pusat yang belum memasukan nama Suryadin ke dalam SK PB PASI. Kaitannya dengan atlet yang lolos PON. Karena hingga kemarin surat yang dikirim belum dijawab oleh PB PASI.

Muhdar menjelaskan, pihaknya mengajukan keberatan karena ada salah satu pelari asal Jawa Barat justru diloloskan ke PON Papua. Padahal event yang diikutinya tidak masuk dalam salah satu babak kualifikasi PON. ”Pelari Jabar itu ikut Borobudur Marathon. Tapi itu tidak masuk kualifikasi, malah lolos,” katanya.

Sedangkan, Suryadin sudah mengikuti dua event Pra-PON. Yakni Kejurnas Estafet, 14 Desember 2019 di Jakarta dan menjadi cadangan pada tes event PON Papua lalu.

Diketahui, dalam SK PB PASI yang terakhir dikeluarkan, NTB meloloskan 15 atlet. Ada penambahan empat atlet dan pengurangan satu atlet. Atlet yang dicoret adalah Lalu Aji Kusuma Rinjani. Aji dicoret karena dipastikan tidak akan membela NTB di PON Papua mendatang. Aji sedang menjalani pendidikan di Akademi Militer.

Kemudian, Arif Rahman dan Zakaria yang berhasil lolos ke PON karena menjuarai tes event PON Papua di nomor 4×400 meter. Selanjutnya Imam Mahdin yang juga menjuarai nomor marathon pada tes event PON Papua.

Sedangkan satu atlet lainnya yakni Ni Putu Yogiswari dari cabor tolak peluru lolos berdasarkan perangkingan nasional. Karena setelah rangkaian kualifikasi PON Papua, baru dua atlet yang lolos limit PON. Sehingga Yogi yang berada di peringkat ketiga nasional dinyatakan lolos PON. (puj/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks