alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

PASI NTB Tak Kirim Kekuatan Penuh di Jatim Open

MATARAM-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) atletik Jawa Timur (Jatim) Open dihelat akhir Maret nanti. Pada ajang kualifikasi menuju PON itu, Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB tak mengirim kekuatan penuh.

Sekretaris Pengprov PASI NTB Agus Sukmayadi mengatakan, pendaftaran peserta kejurnas dilakukan dua kali. Pendaftaran pertama hanya pernyataan mengikuti kejuaraan tersebut. ”Pada pendaftaran itu, semua atlet pelatda Mayung utama dan harapan didaftarkan,” katanya.

Selanjutnya, pendaftaran kedua entry by name dan entry by number. Batas akhir pendaftarannya 22 Maret mendatang. ”Kalau di pendaftaran pernyataan semua atlet didaftarkan. Namun, untuk entry by name belum ditentukan,” jelasnya.

Penentuan entry by name pendaftaran atlet akan ditentukan setelah rapat internal dengan pengurus. Siapa saja atlet yang dikirim. ”Kita akan pertimbangkan dengan matang dulu,” ujarnya.

Menurut dia, poin yang menjadi pertimbangan yakni kesiapan atlet. Sebelum berangkat atlet akan menjalani tes. ”Kita ingin lihat kemampuan mereka. Apakah Vo2 Maks dan catatan waktunya sesuai dengan target atau tidak,” jelasnya. PASI menginginkan, atlet yang turun dapat memenuhi limit waktu menuju PON. “Kalau banyak yang lolos, atlet bisa lebih tenang,” kata dia.

Misalnya saja, sprinter NTB Iswandi tidak mungkin diturunkan di nomor 100 dan 200 meter. Karena, dilihat kemampuannya belum memenuhi kriteria. ”Kalau Iswandi akan memperkuat tim estafet 4×10 meter. Bukan nomor individual,” bebernya.

Waktu latihan juga menjadi alasan tidak menurunkan semua pelari. Mengingat atlet pelatda mayung utama dan harapan mulai aktif berlatih Februari lalu. ”Mudahan di Jatim Open nanti, banyak atlet yang lolos limit,” harapnya.

Dia menambahkan, semakin banyak atlet yang lolos di kualifikasi awal semakin baik. Sehingga, atlet bisa lebih fokus mempersiapkan diri ke PON. ”Kalau lolos lebih awal lebih bagus,” harapnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks