alexametrics
Selasa, 24 November 2020
Selasa, 24 November 2020

Sembilan Atlet Panjat Tebing Tumpuan NTB Dulang Emas di PON Papua

MATARAM–Cabor panjat tebing NTB terus berbenah. Prestasi di setiap gelaran PON semakin meningkat. Setelah meraih satu perunggu di PON Jabar 2016 lalu, panjat tebing bertekad bisa menyumbangkan medali emas bagi NTB di PON Papua 2021.

Ketua Harian Pengprov FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) NTB Adi Hendra Susanto menjelaskan, pada PON Jabar 2016 lalu medali perunggu diperoleh Nurul Iqamah. ”Waktu itu Nurul turun di nomor boulder perorangan putri,” ujarnya, kemarin (15/11).

Prestasi cabor panjat tebing NTB di tiga kali gelaran PON terus menanjak. Pada PON Kaltim 2008, tiga atlet panjat tebing NTB yang turun hanya bisa bertahan hingga babak penyisihan.

Di PON Riau 2012, NTB menurunkan lima atlet panjat tebing. Dua putra dan tiga putri. Atlet putra mampu bersaing hingga babak final namun belum mendapatkan medali.

Selanjutnya di PON Jabar 2016, delapan atlet diturunkan. Empat atlet putra dan empat atlet putri. Hampir semua nomor yang diikuti menembus babak final. Pencapaian terbaik adalah medali perunggu di nomor boulder putri oleh Nurul Iqamah. ”Untuk Papua kita bertekad bisa menyumbangkan medali emas,” katanya.

Cabor panjat tebing sangat berpeluang menyumbangkan medali emas di Papua. Karena di Pra-PON panjat tebing yang digelar 15-20 November 2019 di Sumsel, NTB berhasil menjadi juara umum Zona III.

NTB meraih 12 medali. Yakni tujuh medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu.Tujuh medali emas diperoleh di kategori tim dan perorangan. Untuk kategori tim, NTB memperoleh tiga medali emas. Medali emas diraih Anggun Yolanda, Ayu Fatullah, dan Nurul Iqamah di nomor lead tim putri; Ade Irma Suryani, Anggun Yolanda, dan Nurul Iqamah di nomor speed tim putri; Anggun Yolanda, Mupidatul Azkiah, Ayu Fatullah, dan Nurul Iqamah di nomor boulder tim putri.

Di kategori perorangan, NTB mendapatkan empat medali emas. Yakni dari Nurul Iqamah sebanyak tiga medali emas di nomor combined, speed, dan boulder. Medali emas terakhir disumbangkan Anggun Yolanda di nomor lead.

Dua medali perak diperoleh tim putra NTB yang diperkuat Zulius Mustofa Azi, Fauzan Nurul Islam, dan Azhar Wan Akbar di nomor lead tin. Dan Akbar Fauzan Nurul Islam di nomor lead perorangan putra.

Sementara tiga medali perunggu diperoleh tim putra NTB yang diperkuat Azhar Wan Akbar, Joni Kasria, Fauzan Nurul Islam, dan M. Fajar di nomor boulder; Joni kasria di nomor boulder perorangan, dan Azhar Wan Akbar di nomor combined perorangan.

Dari hasil Pra-PON tersebut, NTB mendapatkan kuota sembilan atlet di PON Papua 2021. Saat ini sembilan atlet panjat tebing NTB sedang menjalani program pelatda sentralisasi. Mereka adalah Azhar Wan Akbar, Joni Kasria, Fauzan Nurul Islam, Zulius Mustofa Aji, Nurul Iqamah, Anggun Yolanda, Ayu Fatullah, Ade Irma Suryani, dan Mupidatul Azkiah.

”Sekarang delapan atlet mengikuti pelatda di Mataram. Satu orang masuk pelatnas persiapan kualifikasi olimpiade, Nurul Iqamah,” tandasnya. (puj/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

HARUM Tata Pesisir Mataram, Dorong Potensi Kelautan dan Pariwisata

Potensi besar dalam sektor kelautan di Mataram berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi. Keberadaan nelayan dari muara Meninting di Utara hingga  pesisir Mapak di selatan menyisakan sejumlah  persoalan yang membutuhkan solusi komprehensip. Terutama menyangkut kesejahteraan nelayan dan penataan kawasan.

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Kapolda NTB Kembali Ingatkan Paslon Kada Patuhi Prokes

Setiap pasangan calon (paslon) kepala daerah (kada) ditekankan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) di masa kampanye. Tetapi, masih ada beberapa paslon yang abai. ”Saya peringatkan semua paslon untuk patuh terhadap protokol,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, kemarin (22/11).

Digitalisasi, Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Untuk bertahan di tengah pandemi ini, UMKM harus mau masuk ke dunia digital. Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi. Padahal saat ini banyak aplikasi digital yang memudahkan para pelaku UMKM untuk bertransaksi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akhirnya Subsidi Gaji untuk Guru Honorer Cair

Bantuan subsidi upah (BSU) untuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non-PNS di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai dicairkan. Untuk mempermudah pencairan, PTK penerima sudah dibuatkan rekening baru. Tinggal melengkapi persyaratannya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    OK No thanks