alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Ridwan Bertekad Kejar Limit Diawal Waktu

MATARAM-Atlet atletik NTB Ridwan dipersiapkan memperkuat tiga nomor lari di PON XX/2020 Papua. Yaitu, di nomor lari 800 meter, 1.500 meter, dan 5.000 meter.

Asa untuk turun di tiga nomor itu ditentukan pada kualifikasi. Penentuan pertama dilakukan pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Jawa Timur  (Jatim) Open, di Stadion Gelora Joko Samudra, Gresik, 30 Maret mendatang. Ridwan bertekad melampuai limit waktu yang sudah ditentukan PB PASI.

Ridwan mengatakan, limit waktu sudah ditentukan PB PASI. Di nomor 800 meter limitnya 1 menit, 55 detik, nomor 1.500 meter limitnya 3 menit, 59 detik, dan di nomor 5.000 meter Ridwan harus melampaui catatan waktu 15 menit. Limit waktu yang ada saat ini cukup berat untuk dilewati. ”Limit waktu PON Papua lebih tajam dibanding PON XIX/2016 Jawa Barat lalu,” kata Ridwan.

Namun, Ridwan masih optimis. Karena, dia pernah mencatatkan waktu lebih cepat dibanding limit yang ditentukan saat ini.

Misalnya, di nomor 800 meter, Ridwan pernah mencatatkan waktu  1 menit, 51 detik. Di nomor 1.500 meter, catatan waktu terbaiknya adalah 3 menit, 53 detik. ”InsyaAllah, saya bisa melewati limit yang sudah ditentukan itu,” ucapnya.

Yang belum dia lampaui hanya nomor lari 5.000 meter. Catatan waktunya  15 menit, 04 detik. ”Sementara limitnya 15 menit,” terangnya.

Menurutnya, atlet yang lolos nanti adalah atlet yang berpeluang meraih medali. Karena, untuk bisa tembus limit waktu yang ada saat ini sangat sulit. ”Bisa-bisa di PON nanti langsung putaran final kalau limitnya seperti itu,” kata dia.

Jika tidak bisa lolos limit, Ridwan akan berupaya mengejarnya pada Kejurnas Jateng Open, Juli mendatang. ”Ada juga di Kejurnas Atletik di Jakarta Agustus nanti. Masih ada kesempatan kalau tidak lolos sekarang,” ungkapnya.

Tetapi, Ridwan ingin mencari aman. Jika lolos lebih awal bakal lebih bagus. ”Lebih cepat lolos lebih baik,” tuturnya.

Dia memperkirakan yang menjadi persoalan adalah lintasan. Sampai saat ini, Ridwan belum pernah mencoba lintasan lari Stadion Joko Samudro. ”Lintasan yang digunakan nanti masih baru. Perlu adaptasi,” terangnya.

Dia berharap, hingga persiapan nanti tidak ada persoalan. Sehingga, dia bisa lolos limit di kualifikasi pertama. (arl)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks