alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

PASI Kirim Atlet Non Pelatda ke Jateng Open

MATARAM-Sebelumnya atlet atletik non pelatda sempat frustasi. Mereka tak memiliki peluang untuk memburu tiket PON XX/2020 Papua. Sekarang mereka tak perlu risau lagi. Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB berkomitmen tetap memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti Pra-PON.

Ketua  Pengprov PASI NTB Aryanto Prametu mengatakan, tahun ini ada tiga kejuaraan nasional (Kejurnas) yang dijadikan sebagai ajang merebut tiket PON. Yaitu, Kejurnas Jatim Open, Jateng Open, kejurnas atletik di Jakarta. ”Atlet NTB harus bisa mengejar limit di tiga kejurnas itu,” kata Aryanto kepada Lombok Post, kemarin (18/2).

Berdasarkan jadwal, Jatim Open dimulai akhir Maret. Jateng Open dihelat Juli dan Kejurnas di Jakarta dimulai Agustus. ”Tiga kejuaraan itu penentu langkah atlet NTB ke PON,” jelasnya.

Khusus atlet non pelatda hanya diberikan sekali mengikuti kejurnas tersebut. Yakni, hanya mengikuti Jateng Open. ”Kita tidak mungkin menurunkan atlet non pelatda di Jatim Open. Karena jarak waktu persiapan terlalu mepet,”  bebernya.

Sehingga, semua atlet diberikan kesempatan untuk menggenjot kekurangannya guna meraih tiket PON Papua. ”Mulai sekarang, semua atlet harus berlatih lebih keras lagi. Entah itu atlet muda maupun senior,” tegasnya.

Sebulan sebelum berangkat, tim akan melakukan tes. Dari fisik, teknik, hingga catatan waktunya. Kalau ada atlet yang jauh dari standar yang ditetapkan, mereka tidak akan diturunkan. ”Kami tidak akan menurunkan atlet yang diprediksi tidak bisa lolos limit,” bebernya.

Dia berharap, para atlet tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Buktikan, atlet NTB pasti bisa. ”Harus bisa. Ini kesempatan emas bagi atlet NTB,” ujarnya.

Sementara itu, atlet atletik non pelatda Suleni berterimakasih atas kebijakan PASI NTB yang memberikan kesempatan kepadanya turun di Jateng Open. Dia tidak akan membuang kesempatan emas itu. ”Kesempatan itu harus bisa saya rebut. Yang penting saya harus bisa lolos limit,” kata Suleni.

Dia sudah menyiapkan program latihan guna mempersiapkan diri merebut tiket PON Papua. Atlet asal Kota Mataram itu ingin membuktikan kalau dia mampu bersaing dengan pelari senior nasional lainnya. ”Saya sebagai pendatang baru harus bisa tunjukkan hasil maksimal,” pungkasnya . (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks