alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Rebut Tiket PON dengan Kekuatan Baru

MATARAM-Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTB memulai dari nol. Mereka tak punya generasi yang menggantikan pesilat ternama seperti Mariati, Milasari, dan Nur Haeda.

Ketua Pengprov IPSI NTB H Agus Hidayatullah mengatakan, pengprov bekerja keras menggodok generasi pencak silat. Untuk itu, dia bekerja sama dengan kabupaten/kota menggenjot kemampuan atletnya. ”Kita lihat dari hasil Porprov 2018 lalu pesilat NTB berpotensi untuk dikembangkan,” kata Agus, kemarin (18/2).

Pesilat yang juara di Porprov diberikan kesempatan turun di Pra-PON. Persoalan anggaran nantinya dipikirkan bersama dengan kabupaten/kota. ”Kita tidak ingin pesilat berpotensi tidak dikirim ke Pra-PON,” tegasnya.

Sejak Pra-PON Riau 2011 lalu hingga Pra-PON Jawa Barat 2015, pengurus sebelumnya hanya mengirim atlet potensial. Tidak memberikan kesempatan kepada atlet juara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). ”Sekarang kita merasakan akibat kebijakan itu,” kata dia.

Pada Pra-PON tahun ini, semua pesilat memiliki peluang yang sama. Langkah itu dilakukan untuk mengasah pengalaman dan mental tanding atlet. Dahulunya, setiap kejuaraan nasional (Kejurnas) yang dikirim hanya atlet tertentu. Tidak ada kesempatan bagi pesilat kabupaten/kota untuk merasakan atmosfer bertanding di level nasional. ”Kita tidak ingin atlet muda kita terbengkalai. Semua akan kita rangkul,” ujarnya.

Kalau anggarannya cukup, IPSI akan mengikuti semua nomor yang dipertandingkan di Pra-PON. Supaya atlet bisa memacu diri dari sekarang untuk mempersiapkan diri merebut tiket PON. ”Atlet yang akan dikirim kita akan Training Center (TC) sebelum mengikuti Pra-PON,” ujarnya.

Dia berharap, seluruh atlet yang dibina di kabupaten/kota mempersiapkan diri dengan matang. Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan IPSI NTB. ”Mari kita bangun prestasi pencak silat dengan gotong royong,” pungkasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks