alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Dua Cabor Non PPLP Terancam Dicoret

MATARAM-Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 menjadi pelajaran penting bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Persiapan atlet non PPLP yang turun di Popnas kurang maksimal.

Tahun ini, mereka ingin mempersiapkan diri lebih awal. Hanya saja, sampai saat ini dua cabang olahraga (Cabor) non PPLP belum ada persiapan. Kepala Dispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, rencananya NTB akan mengirim 10 cabor di Popnas. Lima cabor PPLP ditambah cabor non PPLP. “Cabor yang ada di PPLP sudah tidak ada masalah. Mereka semua akan dikirim,” kata Husnanidiaty kepada Lombok Post, kemarin (18/3).

Dari data yang ada, NTB akan mengikuti cabor voli pantai, pencak silat, taekwondo, atletik, dan karate. Ditambah lagi cabor non PPLP seperti basket, tinju, sepak bola, bulu tangkis, tenis meja, dan renang. ”Kita kirim mereka berdasarkan hasil Popwil dan kemampuan atletnya,” ungkap dia.

Persoalan saat ini, kata dia, ada pada cabor non PPLP. Sejak awal, Dispora menginginkan cabor non PPLP menyerahkan nama atlet yang akan dikirim ke Popnas. ”Kita lakukan metode itu supaya atlet dapat terkontrol,” jelasnya.

Berdasarkan kesepakatan awal, cabor harus menyetorkan nama atlet yang akan dibawa ke Popnas, akhir Februari lalu. ”Tetapi, masih saja ada cabor yang ngeyel,” keluhnya.

Dari rekapitulasi data, ada dua cabor yang belum menyerahkan nama. Yaitu, cabor sepak bola dan tinju. ”Kita sudah meminta ke mereka (cabor). Sampai sekarang belum juga dikirim nama atletnya,” bebernya. Dispora sudah memanggil semua cabor yang turun di Popnas, Jumat (15/3) lalu. Sepak bola belum melakukan seleksi ulang. ”Bagaimana kita mau melihat kemampuan tim sepak bola kalau sampai sekarang belum diseleksi,” keluhnya lagi.

Begitu juga cabor tinju. Mereka akan melakukan seleksi pada Juni mendatang. ”Persiapan mereka terlalu mepet kalau seleksi bulan Juni,” ungkapnya.

Untuk itu, Dispora memberikan batas waktu hingga akhir Maret mendatang. Dua cabor itu harus menyerahkan nama atletnya. ”Konsekuensinya kalau tidak menyerahkan nama, kita tidak akan berangkatkan mereka,” ungkapnya.

Kuota atlet yang akan diberangkatkan ke Popnas belum ditentukan secara  pasti. Namun, jika ada atlet yang berpotensi menyumbangkan medali tetap akan diberangkatkan. ”Kita prioritaskan atlet yang memiliki peluang meraih medali,” tegasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks