alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Lolos Lebih Awal, Lebih Bagus

MATARAM-Pelari jarak jauh NTB Ridwan dipersiapkan memperkuat tiga nomor lari di PON XX/2020 Papua. Yakni nomor lari 800 meter, 1.500 meter, dan 5.000 meter.

Asa untuk turun di tiga nomor sekaligus akan ditentukan pada kualifikasi. Penentuan pertama pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Jawa Timur  (Jatim) Open, 30 Maret nanti. Di situ Ridwan bertekad melampuai limit waktu yang sudah ditentukan PB PASI.

Ridwan merinci, limit waktu pada nomor 800 meter 1 menit, 55 detik; nomor 1.500 meter limitnya 3 menit, 59 detik; dan nomor 5.000 meter 15 menit. Limit waktu yang ada saat ini cukup berat untuk dilewati. ”Limit waktu PON Papua lebih tajam dibanding PON XIX/2016 Jawa Barat lalu,” kata Ridwan kepada Lombok Post, kemarin (18/3).

Ridwan masih optimis. Dia pernah mencatatkan waktu lebih cepat dibanding limit yang ditentukan saat ini. Misalnya di nomor 800 meter, Ridwan pernah mencatatkan waktu  1 menit, 51 detik. Di nomor 1.500 meter, catatan waktu terbaiknya 3 menit, 53 detik. ”Insya Allah, saya bisa melewati limit yang sudah ditentukan itu,” sesumbarnya.

Hanya nomor lari 5.000 meter yang belum bisa dipatahkan pelari asal Sumbawa. Catatan waktunya 15 menit, 04 detik. ”Sementara limitnya 15 menit,” terangnya.

Atlet yang lolos berpeluang besar meraih medali. Karena, untuk bisa tembus limit waktu yang ada saat ini sangat sulit. ”Bisa-bisa di PON nanti langsung putaran final kalau limitnya seperti itu,” kata dia.

Jika tidak bisa lolos limit, Ridwan akan berupaya mengejarnya pada Kejurnas Jateng Open, Juli mendatang. ”Ada juga di Kejurnas Atletik di Jakarta Agustus nanti. Masih ada kesempatan kalau tidak lolos sekarang,” ungkapnya. Tetapi, Ridwan ingin mencari aman. Jika lolos lebih awal bakal lebih bagus. ”Lebih cepat lolos lebih baik,” tuturnya.

Dia memperkirakan yang menjadi persoalan lintasan. Sampai saat ini, Ridwan belum pernah mencoba lintasan lari Stadion Joko Samudro. ”Lintasan yang digunakan nanti masih baru. Perlu adaptasi,” terangnya. Dia berharap, hingga persiapan nanti tidak ada persoalan. Sehingga, dia bisa lolos limit di kualifikasi pertama. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks