alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Jelang PON, KONI NTB Antisipasi Situasi Buruk

MATARAM-Pengalaman adalah guru terbaik. Itu harus menjadi pegangan KONI NTB mengantisipasi situasi buruk menjelang PON. Seperti perpindahan sejumlah atlet andalan. Di antaranya kroser muda Nakami Vidi Makarim serta sprinter putri Suhaya dan Fifit Marlena.

Ada juga persoalan Kurniawan.  Atlet tarung derajat yang ditargetkan medali emas itu tak mampu dipulangkan ke NTB. Saat ini si Belalang (julukan Kurniawan) bertugas di Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Ditajenad), Bandung Jawa Barat (Jabar).

Wakil Ketua komisi V DPRD NTB H MNS Kasdiono mengatakan, KONI harusnya bisa mengantisipasi. ”KONI harus berhati-hati jangan sampai pengalaman PON sebelumnya terulang kembali,” kata Kasdiono kepada Lombok Post, kemarin (19/2).

KONI harus dapat mem-protect atlet lain. Supaya keinginan mereka untuk pindah menjelang PON diurungkan. ”Pendekatan humanis dengan cabor, atlet, dan pelatih harus diperkuat,” ujarnya.

Persoalan atlet yang pindah ke daerah lain sering terjadi.  Contohnya Suryo Agung pada PON Riau 2012 silam. Kala itu, pemegang rekor Asia Tenggara itu dipersoalkan. Jawa Tengah dan DKI ribut memperebutkan Suryo Agung.

Karena ribut, Suryo Agung tak diizinkan turun di PON. Kondisi itu menguntungkan NTB yang kala itu sprinternya diunggulkan setelah Suryo Agung. “Hasilnya, kita bisa meraih medali emas,” ujarnya.

Nah, sekarang kondisinya berbeda. Nakami, atlet potensial asal NTB yang pindah ke Papua. Jika NTB dan Papua sama-sama mengklaim dan melakukan protes, tentu akan merugikan atlet. ”Bisa-bisa Nakami tidak bisa turun di PON. Akhirnya, yang rugi bukan saja Papua dan NTB. Melainkan atletnya,” papar mantan ketua KONI NTB ini.

Sedangkan persoalan Kurniawan pernah dirasakan pada PON 2012. Bagaimana KONI NTB berjuang memulangkan Arif Rahman ke NTB. ”Dengan melakukan pendekatan humanis kita bisa pulangkan Arif,” kata dia.

Namun, jangan sampai persoalan Kurniawan seperti Fatoniah. Sprinter putri yang menjadi anggota TNI dan bertugas di Jabar itu gagal dipulangkan ke NTB. ”Akhirnya apa, Fatoniah membela Jabar di PON Riau,” ungkapnya.

Kasdiono pernah berbicara langsung dengan Danrem 162/WB di tiap rapat. Tiap atlet yang menjadi anggota TNI harus dipindahtugaskan ke NTB. “Jangan sampai sejarah buruk terulang kembali,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat itu meminta KONI untuk berjuang. Memikirkan target 17 medali emas bukan melulu pencanangan program latihan. ”Faktor nonteknis harus juga dipikirkan,” tegasnya.

KONI berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersurat ke gubernur. Mereka harus meminta pemulangan Kurniawan secepatnya. ”PON sudah semakin dekat,” ujarnya.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, apa yang disampaikan Kasdiono itu benar. Tetapi, semua itu sudah dilakukan KONI.  ”Kita melakukan pendekatan dengan semua penggiat olahraga,” kata Andy.

Terkait perpindahan Nakami, KONI NTB menegaskan tidak pernah memberikan rekomendasi. Apalagi, menyetujui perpindahannya. ”Kita tegas menolak pindahnya Nakami,” tuturnya.

Menurutnya, pindahnya Nakami tidak sesuai prosedur. Seharusnya, perpindahan atlet harus mendapatkan rekomendasi dari KONI provinsi. ”Sampai PON nanti kita tidak akan mengeluarkan rekomendasi itu,” tegasnya.

Terkait persoalan Kurniawan, KONI juga sudah berjuang. Mereka bersurat resmi ke Ditajenad.

KONI berencana akan berkoordinasi dengan Dispora selaku perwakilan Pemprov NTB. Mereka akan bersurat kembali ke Mabes TNI. ”Kita meminta Kurniawan dipindahtugaskan ke NTB,” katanya. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks