alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Empat Petinju NTB Masuk Pelatnas

MATARAM-Beberapa tahun terakhir prestasi cabang olahraga (Cabor) tinju NTB cukup gemilang. Setiap mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas), petinju NTB selalu membawa pulang medali emas.

       Terakhir, mereka memborong empat medali emas di Kejurnas Tinju Elite Amatir di GOR Saburai Bandar Lampung, Desember 2018 lalu. Medali emas disumbangkan Saputra Samada (69 kilogram putra), Huswatun Hasanah (60 kilogram putri), Endang (48 kilogram putri), dan Jubaitul (54 kilogram putri).

       Karena itu, kini keempat petinju tersebut dipanggil mengikuti seleksi nasional pelatnas Sea Games 2019. Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) telah merilis, mereka semua lolos seleksi dan mengisi formasi utama tim tinju Indonesia untuk Sea Games Filipina nanti.

       Sekretaris Pengprov Pertina NTB Haryoto mengatakan, sebenarnya PP Pertina memanggil lima petinju NTB mengikuti seleksi. Tetapi, yang lolos hanya empat petinju. ”Selain empat orang itu, hanya Ainun Azizah yang tidak lolos,” kata Haryoto kepada Lombok Post, kemarin (19/3).

       Dia menerima surat keputusan (SK) atlet pelatnas pekan lalu. Surat Keputusan Nomor 014/SJ/PP. PERTINA/III/2019 menjadi menguatkan status empat petinju itu resmi membela Indonesia di ajang dua tahunan tersebut. ”Syukur, ada empat petinju kita yang turun di Sea Games,” tuturnya.

       Berdasarkan SK tersebut, mereka dipanggil bersama sembilan petinju lainnya. Diantaranya, Kornelis Kwangu Langu (49 kilogram) asal Bali, Aldoms Suguro (52 kilogram) dari DKI, Juli Mandagi (56 kilogram) asal DKI, Farand Papendang (60 kilogram) Sulawesi Utara, Libertus Gha (64 kilogram) NTT, Michael Robert Muskita (75 kilogram) Jawa Barat, Brama Hendra Betaubun (81 kilogram) Jabar, Julianti Ohorela (51 kilogram), dan Silva Lau Ratu (57 kilogram) asa Kalimantan Selatan.

       Dipanggilnya empat petinju ke pelatnas menjadi sejarah baru bagi Bumi Gora. Sebelumnya, belum pernah ada petinju NTB yang dipanggil ke  pelatnas sebanyak saat ini. ”Paling banyak hanya satu orang saja yang dipanggil,” kata dia.

       Menurutnya, peluang untuk menyumbangkan medali di Sea Games nanti cukup terbuka. Huswatun menjadi andalan untuk merebut medali. ”Saat ini Huswatun menempati peringkat ketiga di Asia. Itu setelah meraih medali perunggu di Asian Games,” bebernya.

       Dia berharap, petinju NTB dapat memberikan kejutan untuk Indonesia di Sea Games nanti. ”Mudahan petinju NTB mempersembahkan medali untuk Indonesia,” harapnya. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks