alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Liga 3 Batal, Klub Kecewa

MATARAM-Liga 3 NTB batal digelar tahun ini. Klub-klub kecewa dengan keputusan Asprov PSSI NTB. ”Yang jelas kami sangat kecewa. Karena persiapan kami sudah jalan beberapa bulan,” ujar Pelatih Perslobar Sudianto, kemarin (19/10).

Sudianto menjelaskan, dari persiapan yang sudah dilakukan, kekompakan tim sudah terlihat. Bahkan tim sudah bermain dengan matang. ”Tapi mau gimana lagi karena situasi tidak mengizinkan. Sekarang masih pandemi,” katanya.

Pelatih Persebi Syafruddin mengatakan rasa kecewa pasti ada. Tetapi masyarakat dan pelaku olahraga harus berpikir sehat. Khususnya dengan kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang.

”Saya hanya bisa berharap keadaan ini bisa cepat berlalu. Sehingga kegiatan yang sudah direncanakan bisa dilaksanakan dengan baik kedepannya,” katanya.

Manajer PS Bima Sakti Zulkarnain mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan pembatalan Liga 3. Karena PS Bima Sakti kini sudah melakukan persiapan dan mematangkan konsep latihan. ”Kita juga sedang dalam tahap merekrut pemain,” katanya.

Menurut Zulkarnain, Liga 3 merupakan kompetisi sepak bola yang sangat ditunggu masyarakat maupun pecinta sepak bola di NTB. Jika memang pertimbagannya adalah pandemi covid-19, ada beberapa hal yang bisa dilakukan penyelenggara.

”Protokol kesehatan bisa diterapkan. Selain itu pertandingan hanya dilakukan di satu lokasi saja misalnya di GOR Turide,” cetusnya.

Diketahui, Asprov PSSI NTB memastikan Liga 3 2020 tidak akan dilaksanakan. Ini diputuskan dalam rapat Exco yang dilaksanakan di KSB, Sabtu (17/10). Hasil ini sudah langsung disampaikan Asprov PSSI NTB melalui surat resmi kepada ketua askab/Askot dan klub se-NTB.

Sekretaris Asprov NTB Prietia Eko Wardoyo menjelaskan, ada beberapa pertimbangan sehingga asprov memutuskan tidak melaksanakan Liga 3 2020. ”Ada empat pertimbangan pokok yang mendasari keputusan ini,” ujarnya.

Pertimbangannya adalah kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19. Kemudian regulasi Liga 3 belum dikeluarkan PSSI Pusat. Selain itu, Liga 1 dan Liga 2 yang rencananya digelar awal November belum juga mendapatkan izin kepolisian. Bahkan pihak kepolisian kemungkinan tidak akan mengeluarkan izin karena akhir tahun juga akan digelar pilkada serentak.

Jika Liga 3 digelar maka rentang waktu yang ada tidak mencukupi. Tahapan Liga 3 mulai dari kick off hingga final, tidak memungkinkan digelar dalam waktu yang singkat. “Sudah ada beberapa Asprov lain yang memastikan tidak menggelar Liga 3. Seperti Jawa Timur,” katanya.

Eko mengatakan dengan keputusan ini, maka Asprov PSSI NTB akan fokus mempersiapkan Liga 3 2021 di sisa bulan yang ada. Selain itu, klub-klub masih bisa beraktivitas latihan seperti biasa, dengan mematuhi protokol kesehatan. ”Untuk aktivitas sepak bola kita sudah keluarkan edaran sebelumnya. Itu masih bisa menjadi rujukan di masa pandemi ini,” tandasnya. (puj/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks