alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Dispora Andalkan Atlet Baru di Popnas

MATARAM-Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 di Jawa Tengah, NTB bercokol di peringkat 13. Mereka memperoleh empat medali emas, lima perak, dan enam perunggu.

Tahun ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memasang target lebih tinggi di Popnas Papua. Mereka menargetkan lima medali emas. Mereka mengandalkan atlet baru untuk memburu medali di ajang dua tahunan tersebut.

Kadispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, pada Popnas nanti, banyak atlet yang turun di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) tidak bisa turun karena terhalang usia. ”Kita hanya akan mengandalkan atlet baru yang dibina di masing-masing cabor,” kata Husnanidiaty kepada Lombok Post, kemarin (20/2).

Dia memberikan kesempatan kepada semua cabor untuk turun di Popnas. Dengan catatan, kemampuannya harus sebanding dengan atlet  yang memperkuat NTB di Popwil lalu. “Kalau kemampuannya masih stagnan, tidak akan kita kirim,” tegasnya.

Dispora memberikan waktu lima bulan kedepan. Sekitar Juli nanti, semua atlet akan menjalani tes. ”Kita akan tes, sejauh mana kemampuan atletnya. Baik fisik, teknik, maupun skill-nya,” kata dia.

Diperkirakan, NTB akan mengikuti 10 cabang olahraga (Cabor). Tim sudah memanggil pengurus cabor yang disiapkan ke Popnas. Semua cabor yang dikirim ke Popnas ditekan harus menyumbangkan medali. ”Diperkirakan kita akan mengirim 100 atlet,” akunya.

Pada 2017 silam, yang menyumbangkan medali emas hanya cabor atletik dan pencak silat. Pada cabor atletik masih mengandalkan Zohri dan Yuliana. ”Tetapi, Zohri tahun ini tak bisa ikut karena sudah kelas tiga,” ungkapnya.

Menurutnya, cabor yang bisa mendulang emas akan muncul dari cabor atletik, tinju, tarung derajat, karate, dan pencak silat. ”Kita harapkan cabor tinju bisa sumbangkan dua medali emas,” harapnya.

Melihat kekuatan sementara atlet NTB, target lima medali emas itu bisa tercapai. Yang terpenting sekarang atlet dan pelatih harus bekerja keras. “Mudahan saja bisa tercapai,” pungkasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks