alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Target Medali, Tiga Pembalap NTB Turun di PON Papua 2021

MATARAM-Tiga pembalap NTB akan turun di PON Papua 2021 mendatang. Salah satunya Ketut Madiasta atau Apem.

Pembalap senior ini percaya diri bisa naik podium dan menyumbangkan medali bagi NTB di ajang empat tahunan tersebut. ”Target saya nggak muluk-muluk. Yang penting bisa menyumbang medali untuk NTB. Apalagi kalau dapat emas,” ujarnya, Senin (20/7).

Apem akan turun di nomor 21 tahun ke atas. Di nomor ini semua provinsi menjadi saingan berat. Karena yang lolos pembalap terpilih dan terlatih. Tapi dia tetap optimis bisa mengungguli saingan-saingannya nanti. ”Sekarang kita manfaatkan waktu yang ada untuk berlatih. Mumpung persiapan masih panjang,” kata pria 33 tahun ini.

Menilik ke belakang, perjalanan karir Apem sebagai pebalap benar-benar dimulai dari nol. Apem mulai tertarik dengan dunia balap motor saat berusia 15 tahun. ”Dulu awalnya coba-coba saja,” cetusnya.

Bahkan Apem mengakui jika dulu dirinya sering mengikuti balap liar yang digelar di Jalan Udayana dan Jalan Lingkar Selatan. ”Balap liar sering saya lakukan. Tapi tidak pakai taruhan, dulu itu gengsi yang lebih diutamakan,” tuturnya sambil tertawa.

Memasuki bangku SMA, Apem kemudian mendapatkan tawaran untuk masuk ke salah satu klub balap motor yang ada di NTB. Namanya Wahyu Motor Sports (WMS). Sejak saat itulah dirinya mulai ikut kejuaraan lokal maupun nasional. ”Itu pertama kalinya saya turun di kejurnas motorprix tahun 2004 di Sekongkang, Sumbawa,” bebernya.

Setelah itu, Apem semakin bersemangat menekuni balap motor. Saat itu ada kendala utama pebalap di NTB, yakni belum adanya sirkuit yang bisa digunakan latihan. Akhirnya Apem bersama pembalap lain memilih latihan secara ilegal memanfaatkan ruas jalan umum. Salah satunya di ruas jalan di daerah Turide.

Berlatih di jalan umum tentu memiliki resiko besar. Apem bahkan sempat tertabrak motor tukang ojek yang saat itu sedang membawa penumpang. Beruntung tidak ada yang cidera parah. ”Habis ditabrak itu akhirnya dicegat polisi. Karena latihan tidak ada surat resmi dan menimbulkan kebisingan,” kisahnya.

Meski latihan kerap mendapat kendala, namun Apem berhasil menunjukkan prestasinya di balap motor. Apem tercatat sebagai juara region Bali-Nusra selama enam tahun, sejak 2010-2016.

Tidak hanya itu, Apem juga pernah merasakan podium kedua dalam ajang Yamaha  Cup Race yang digelar di Malaysia untuk kelas novice. ”Suka duka jadi pembalap ini banyak. Tapi saya nikmati. Sekarang saya fokus untuk PON,” tandasnya. (puj/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks