alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

500 Hari Mencari Alvarito

VALENCIA-Jangan tanya berapa banyak gol yang dicetak Alvaro Morata. Tapi, berapa lama dia baru mampu menciptakan gol lagi setelah melewati masa paceklik. Seperti Atletico Madrid yang harus menunggu sampai empat laga pertama di bulan Februari demi gol pertama Alvarito, julukan Morata.

Kalau Atleti harus menunggu sampai 21 hari, maka timnas Spanyol lebih lama-lama lagi. Karena kali terakhir Morata menambah pundi-pundi golnya bagi La Furia Roja, julukan timnas Spanyol, terjadi pada laga uji coba menjamu Kosta Rika di La Rosaleda, Malaga, 12 Nopember 2017.

Nah, andai kembali gagal menambah koleksi golnya pada laga pertama Kualifikasi Euro 2020 melawan Norwegia di Mestalla, Valencia, dini hari nanti WIB, maka genap 500 hari masa penantian Morata akan gol ke-14-nya bagi Spanyol. ”Saya sudah lepas dari periode buruk. Tapi, saya tak memikirkan yang dulu-dulu. Yang saya butuhkan cuma konfidensi (menciptakan gol),” ucap Morata, dikutip Marca.

Menghindari 500 hari tanpa gol tak hanya menambah koleksi golnya di timnas. Kembali ganas di depan gawang lawan maka kepercayaan entrenador Spanyol Luis Enrique bisa direbut lagi. Sejak kehadiran Lucho di Las Rozas, kamp latihan timnas Spanyol, usai Piala Dunia 2018 lalu, Morata hanya dua kali main sebagai starter.

Striker pinjaman dari Chelsea itu hanya main 198 menit. Enrique lebih memilih Rodrigo sebagai striker utama ketimbang kembali memilih Morata. Meski, penyerang Valencia itu cuma mampu menyumbangkan dua gol dari 17 gol Spanyol era Enrique. Atau, hanya 11,7 persennya. ”Sabtu malam menajdi hari yang paling saya nantikan selama ini,” tutur penyerang 26 tahun itu.

Dia ingin Enrique bisa seperti Diego Simeone, pelatihnya di Atletico. ”Karena, dia sudah mempercayaiku, dan saya mampu menemukan form terbaik saya,” tambah pemain dengan total 27 caps bagi timnas itu. Problem produktivitas Morata tersebut sejalan dengan sulitnya Spanyol punya striker haus gol. Selain Morata dan Rodrigo, Enrique juga pernah menjajal Paco Alcacer sebagai opsi striker murninya.

Sayangnya, Enrique tak memanggil mesin gol Borussia Dortmund itu pada dua laga fase Kualifikasi Euro 2020 ini. Usai melawan Lovene alias Singa, julukan Norwegia, Sergio Ramos dkk melawat ke kandang Malta, pada Rabu dini hari nanti WIB (27/3). Sebaliknya pelatih yang sukses bersama Barcelona itu memanggil striker 30 tahun Getafe, Jaime Mata.

Mata juga bukanlah solusi ideal untuk mengatasi persoalan minimnya kontribusi gol dari pemain nomor sembilan. Lupakan soal kontribusinya bagi Azulones, julukan Getafe. Dia sudah mencetak 13 gol dari 25 laga La Liga musim ini. Di timnas, pemain yang juga sama-sama lahir di Madrid seperti Morata itu masih nihil caps. Ini jadi debutnya dipanggil datang ke Las Rozas. ”Senang dapat bersaing dengan striker-striker top di timnas seperti Alvaro atau Rodrigo,” klaim Mata, dikutip AS. ”Bedanya, saya sekarang sudah 30 tahun, usia yang tidak lagi muda,” tambah Mata.

Enrique sendiri enggan berspekulasi terkait peluang gol-gol dari Morata. Seperti dikutip dari Mundo Deportivo, dia hanya mengharap pemain-pemainnya lebih improve ketimbang dari laga-laga sebelumnya. ”Begitu pula pemain-pemain yang berada di skema serangan,” lanjutnya. (ren/jpg/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks