alexametrics
Minggu, 7 Juni 2020
Minggu, 7 Juni 2020

Korona Makin Parah, Olimpiade Tokyo 2020 Berpeluang Ditunda

JENEWA-Komite Olimpiade Internasional (IOC) melunak. Setelah mengadakan rapat dewan eksekutif di markas besar mereka di Jenewa kemarin dini hari, Organisasi pimpinan Thomas Bach tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa Olimpiade Tokyo 2020 yang sejatinya digelar pada 24 Juli sampai 9 Agustus mendatang berpeluang besar ditunda.

Statement ini berkebalikan dengan ucapan Bach sendiri minggu lalu. Saat itu pria asal Jerman tersebut masih berkeras Olimpiade tak perlu ditunda meski saat ini sebagian besar negara di dunia sedang bekerja keras menghentikan sebaran pandemi covid-19. “Tidak ada plan B,” ucapnya saat itu dilansir The Guardian.

Namun, desakan keras dari sebagian besar komite Olimpiade negara peserta, serta federasi internasional berbagai cabang olahraga membuat IOC tersudut. Setelah rapat kemarin, mereka akhirnya mengeluarkan pendapat yang menyebut Olimpiade kemungkinan besar akan tertunda akibat pandemi yang sampai kemarin sudah menewaskan 14.759 jiwa di seluruh dunia tersebut.

Meski demikian, IOC tetap tampak masih sangat berhati-hati untuk mengetok keputusan tersebut. Mereka kini meminta waktu selama empat minggu ke depan untuk mengeluarkan keputusan final terkait nasib gelaran Olimpiade 2020 Tokyo.

“Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan semua yang terlibat (Olimpiade 2020), serta berkontribusi dalam menahan sebaran covid-19, Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional mengumumkan bahwa IOC sepakat mengkaji lagi skenario perencanaan Olimpiade 2020,” tulis IOC dalam rilis resmi tersebut.

Mereka menambahkan, perencanaan ulang yang dimaksud adalah modifikasi skenario jika olimpiade tetap dimulai pada 24 Juli. Atau harus ditunda tanggal penyelenggaraannya.

IOC juga menjelaskan, mereka saat ini dalam posisi dilematis. Di satu sisi, antusiasme masyarakat Jepang terhadap kehadiran Olimpiade di negera mereka sampai saat ini masih besar. Itu membuat IOC percaya diri Olimpiade masih bisa digelar dengan batasan-batasan keselamatan tertentu.

Namun, di lain sisi kasus covid-19 saat ini sedang meningkat tajam di beberapa negara. Banyak negara saat ini sedang berjuang keras mengatasi sebaran virus yang menyerang sistem pernafasan manusia tersebut.

“Kenyataan tersebut akhirnya membawa Dewan Eksekutif IOC merasa perlu mengambil langkah-langkah lanjutan terkait waktu penyelenggaraan,” tulis IOC dalam rilis yang sama. Salah satu opsi yang mulai beredar kencang saat ini adalah Olimpiade bisa ditunda untuk satu tahun ke depan.

Menanggapi pernyataan IOC tersebut, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe sudah bersuara. Abe menuturkan penundaan Olimpiade saat ini menjadi salah satu pilihan jika memang Olimpiade tidak bisa dilaksanakan dalam bentuk lengkap saat berlangsung sesuai jadwal.

“Ketika ditunjuk sebagai tuan rumah Olimpiade 2020, saya sama sekali tidak membayangkan dunia bisa dalam kondisi seperti saat ini,” ucapnya dalam sesi parlemen Senin kemarin dilansir Japan Times.

Di lain sisi, Presiden Panitia Olimpiade Tokyo, Yoshihiro Mori, yang juga mantan Perdana Menteri Jepang menyebut pihaknya mendukung penuh keputusan IOC. Dia menyatakan Jepang siap dengan segala keputusan yang nantinya diambil IOC setelah proses pengkajian ulang selesai.

Di lain sisi, Komite Olimpiade dan Paralimpiade beberapa negara sudah mengambil keputusan setelah IOC mengeluarkan rilis resmi tersebut. Komite Olimpiade dan Paralimpiade Kanada menyatakan mereka sudah memastikan tidak akan mengirim atlet jika Olimpiade Tokyo dilaksanakan sesuai jadwal.

Di tempat berbeda, Komite Olimpiade Australia sudah mengeluarkan edaran kepada atlet-atlet mereka. Isinya adalah meminta para atlet mulai menyiapkan diri tampil di Olimpiade yang akan tertunda sampai 2021 mendatang. (irr/jpg/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif. Atas dasar itu,...

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor...

Tak Ada Zona Hijau di KLU, Kasus Korona ada di Semua Kecamatan

TANJUNG-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bertambah. Total kini 45 kasus, dengan Kecamatan Gangga yang akhirnya pecah telur, sebagai kecamatan yang...

Ahyar Abduh : Perekonomian Mataram Harus Tetap Tumbuh

MATARAM-Mataram ingin perekonomian tetap tumbuh meski pada masa Pandemi Covid-19. ”Kalau semua tutup tentu perekonomian tidak jalan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.   Ia...

Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G Siapkan Undian Berhadiah

MATARAM-Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G outlet Lombok Epicentrum Mall (LEM) mengadakan undian berhadiah mulai Jumat (5/6) kemarin. ”Promo ini salah satu usaha...

Sabtu, Korona NTB Tembus 808 Kasus, 101 Anak-anak, 38 Manula, 22 Meninggal Dunia

MATARAM—Upaya memulai tatanan baru new normal masih mendapat hambatan dari terus melonjaknya angka penularan positif koroona di NTB. Sabtu (6/6) kasus korona di NTB...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Naik Pesawat di Masa Korona, Ini Dokumen yang Harus Dibawa!

MATARAM-Pembatasan penerbangan komersial diperpanjang hingga 7 Juni. Dengan demikian penumpang pesawat domestik wajib melengkapi sejumlah dokumen untuk bisa terbang. ”Semua syarat itu harus dipenuhi calon...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...