alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Memburu Tiket PON, PASI NTB Kirim 14 Atlet di Jatim Open 2019

MATARAM-Kejuaraan nasional (Kejurnas) atletik Jawa Timur (Jatim) Open sudah di depan mata. Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB resmi mendaftarkan 14 atlet untuk turun di kejuaraan yang dijadikan sebagai kualifikasi pertama menuju PON  PON XX/2020 Papua tersebut.

Ketua Pengprov PASI NTB Aryanto Prametu mengatakan, ajang itu menjadi penentu pertama atlet untuk lolos ke PON Papua. Untuk itu, mereka harus tampil maksimal di kejuaraan itu. “Harus bisa lolos limit lebih awal,” kata Aryanto kepada Lombok Post, kemarin (24/3).

Atlet yang dikirim ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan pelatih dan pengurus. Artinya, kemampuan atlet yang diturunkan  dianggap sudah bagus. ”Para atlet sudah dalam kondisi siap tanding,” ungkapnya.

Khusus di cabor atletik, ada tiga kejuaraan yang akan dijadikan sebagai ajang kualifikasi mengejar limit PON. Jatim Open, Jateng Open, dan Kejurnas di DKI Jakarta. ”Jika tidak lolos limit di Jateng Open, para atlet harus bisa menebus kegagalannya pada saat di Jateng Open dan Kejurnas,” tegasnya.

Di Jateng Open nanti, pengprov PASI akan memberikan kesempatan bagi atlet muda lainnya untuk turun. Siapa tahu dengan kesempatan itu, semakin banyak atlet NTB yang lolos ke PON. ”Atlet muda kita memiliki semangat juang juga untuk bisa tampil di PON. Kita akan fasilitasi,” ujarnya.

Aryanto berharap, para atlet terus menjaga semangat supaya di Jateng Open nanti tampil maksimal. ”Kita harapkan lebih banyak yang lolos sehingga berpeluang menyumbangkan medali,” kata dia.

Posisi Zohri Digantikan Zakaria

Di Jatim Open Lalu Muhammad Zohri  dan Sapwaturrahman dipastikan tidak turun. Mereka disiapkan mengikuti Asian Grand Prix di Malaysia akhir Maret mendatang.

Kendati demikian, tim estafet 4X100 meter tak keder tanpa Zohri. Pengprov sudah menyiapkan penggantinya. Sekretaris Pengprov PASI NTB Agus Sukmayadi mengatakan, strategi awal, tim estafet 4×100 meter akan diperkuat Zohri. Namun, karena sang juara dunia itu berhalangan, posisinya diganti Zakaria. ”Dia (Zakaria, Red) sudah berlatih secara khusus,” kata Agus.

Zakaria juga merupakan atlet potensial yang dimiliki NTB. Atlet asal Dompu itu memiliki catatan waktu terbaik 10,75 detik di nomor lari 100 meter. ”Saya berharap, Zakaria tampil konsisten supaya tim estafet bisa lolos limit,” harapnya.

Limit catatan waktu di nomor  estafet 4×100 meter 41,50  detik. Nomor tersebut menjadi andalan NTB merebut medali emas di PON XX/2020 Papua.  ”Mudahan saja bisa tercapai,” tutupnya. (arl/r10) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks