alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Program Pelatda Mayung Masih Stagnan

MATARAM-Program pemusatan latihan daerah (Pelatda) Mayung 2019 masih stagnan. Sampai saat ini,  tim satlak belum juga menjalani parameter tes terhadap atlet. Padahal, tes tersebut sangat dibutuhkan. Mengingat, pelaksanaan Pra-PON semakin dekat.

Anggota tim satlak pelatda H Hari Gunawan mengakui, parameter tes atlet belum dilakukan. Tim masih menyusun jadwal pelaksanaan tes. ”Kemungkinan pekan ini kita mulai tesnya,” kata Hari kepada Lombok Post, kemarin (25/2).

Parameter tes dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan atlet. Baik dari segi kelenturan, fisik, dan kekuatan VO2 Maks-nya. ”Hasil tes itu menjadi dasar juga menentukan program ke depan,” ujarnya.

Tanpa adanya hasil tes awal, pelatih tidak bisa menjalankan program dengan maksimal. Jika pelatih ingin meningkatkan Vo2 Maks mereka harus menyediakan program khusus. ”Misalnya saja tiap hari harus menjalankan program continues run selama 30 menit,” terangnya.

Peningkatan VO2 Maks juga dipengaruhi pola hidup. Seperti, makan yang tidak teratur dan sering begadang. ”Percuma menjalankan program peningkatan VO2 maks kalau pola hidup atlet masih amburadul,” tegasnya.

Atlet memiliki tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitasnya. Jika atlet harus bermalas-malasan, mereka harus malu dengan profesinya. ”Harus terus berlatih. Tidak ada kata lelah,” tuturnya.

Tantangan atlet terlalu banyak menjelang Pra-PON. Untuk itu, tim satlak harus hadir memberikan inovasi dan motivasi bagi atlet pelatda. ”Kita harus siapkan program optimal. Kita awasi dan memberikan pemahaman ke atlet,” kata dia

Hari mengatakan, sistem parameter tes yang akan digunakan belum ditentukan. Apakah menggunakan sistem balke atau Aerobic 2,4. ”Penentuan sistem tes masing-masing cabor dan nomor berbeda-beda,” ungkapnya.

Karena, lanjutnya, kebutuhan masing-masing cabor berbeda. Misalnya nomor tolak peluru. “Cabor tersebut lebih banyak membutuhkan kekuatan melempar. Ada cara khusus meningkatkannya,” bebernya.

Penentuan apakah VO2 Maks harus tinggi atau tidak tergantung dari kebutuhannya. Misalnya nomor lari 100 meter membutuhkan VO2 maks di atas 50. ”Kalau berada disekitaran itu, kondisi fisik atlet cukup bagus,” pungkasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks