alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Yamin Harus Bisa Kontrol Emosi

MATARAM-Atlet tarung derajat NTB gagal membawa pulang medali emas di Kejuaraan Nasional antar Master, di Jawa Timur (Jatim), Minggu (24/2) lalu. Atlet pelatda mayung itu kalah dari atlet  tuan rumah, Bima Putra di partai final dengan skor 2-1.

Yamin mengatakan, atlet mengikuti kejuaraan itu merupakan para juara nasional. Sehingga, di kelasnya, 64,1-67 kilogram  Yamin hanya bertarung melawan tiga petarung. ”Partai pertama saya menghadapi petarung Kalimantan Timur (Kaltim) Ahmad Muhammad. Saya menang dengan skor 3-0,” kata Yamin kepada Lombok Post, kemarin (25/2).

Saat final persaingan sengit. Di ronde pertama Yamin tertinggal. Namun, dia berhasil membalasnya di ronde kedua. ”Saya bermain imbang,” ujarnya.

Di ronde ketiga, Yamin melakukan kesalahan. Reflek cepat yang dilakukan Yamin malah merugikannya. “Saking reflek saya tendang musuh yang dalam keadaan terjatuh. Pelanggaran itu membuat poin saya dikurangi dua,” akunya.

Hasil itu menjadi pelajaran penting bagi Yamin untuk menghadapi Pra-PON nanti. Ternyata, masih banyak yang harus diperbaiki. ”Saya akan berusaha meningkatkan kemampuan saya,” ujarnya.

Pelatih tarung derajat NTB Dedi Noorcholis mengatakan, di kejuaraan itu NTB mengirim tiga atlet. Yamin, Lukman (kelas 61,1-64 kilogram), dan Munawir (58,1-61 kilogram). ”Lukman dan Munawir mempersembahkan medali emas. Yamin meraih perak,” kata Dedi.

Di partai final Lukman berhasi mengalahkan petarung Jawa Barat (Jabar), Rio Muhammad. Sedangkan Munawir menghantam petarung asal Jatim Andika Dwiki Arislan. ”Lukman dan Munawir tidak masuk di Pelatda. Mereka dibina dengan desentralisasi di Dompu,” jelasnya.

Sementara itu Yamin sebenarnya berpeluang meraih medali emas. Hanya saja dia melakukan kesalahan fatal dironde terakhir.  ”Yamin tak bisa mengontrol emosi sehingga melakukan pelanggaran. Itu menjadi pelajaran penting baginya. Jangan sampai terulang kembali,” ungkapnya.

Persiapan Yamin mengikuti kejuaraan tak terlalu bagus. Karena, dua tahun sebelumnya, Yamin fokus menghadapi Porprov. ”Sehingga ada rentan waktu penurunan intensitas latihan usai Porprov,” jelasnya.

Dedi juga mengaku, tidak menginstruksikan atlet sebelum bertanding. Hanya komunikasi via telephone saja. ”Yamin hanya menelpon saya untuk meminta izin turun di kejurnas. Karena itu penting makanya saya dorong  turun. Tidak ada sama sekali instruksi teknis yang saya berikan,” akunya.

Yang terpenting sekarang, Yamin memiliki pesaing yang berat di kelasnya. Itu menjadi tantangan baginya untuk berlatih lebih giat lagi. ”Kegagalan ini jangan sampai terulang kembali,” tukasnya. (arl/r10)    

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks