alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Anggaran Jadi Kendala untuk Ikut Peparpenas 2019 di Papua

MATARAM-National Paralympic Committee (NPC) NTB belum menentukan atlet yang akan dikirim ke Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) di Papua, Oktober mendatang. Mereka masih menunggu juklak juknis Peparpenas dari Kemenpora.

Sekretaris NPC Herry Subarjo mengatakan, pelaksanaan peparpenas sudah dibahas pada rapat koordinasi nasional (Rakornas) NPC di Jakarta. Ditetapkan ada enam cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan, yakni catur, tenis meja, renang, bulu tangkis, boccia, dan atletik.

Tuan rumah juga  menetapkan kuota kontingen. Masing-masing provinsi hanya boleh mengirim 28 orang. ”Terdiri dari 20 atlet dan delapan ofisial,” kata Herry kepada Lombok Post, kemarin (25/3).

Kabar sementara, tuan rumah hanya menanggung akomodasi, transportasi, dan konsumsi 11 orang dari 28 kuota yang sudah ditetapkan. Ini berbeda dengan Peparpenas 2017 lalu, tuan rumah menanggung seluruh biaya kebutuhan kontingen. Sementara, kontingen masing-masing provinsi  hanya menyiapkan peralatan dan uang saku saja. ”Kalau hanya 11 orang yang ditanggung tuan rumah, tiap kontingen tidak akan mengirim atlet lebih banyak,” bebernya.

Masalah lain, tempat penginapan atlet tanggungan tuan rumah harus terpisah. Kondisi itu menyulitkan ofisial untuk mengontrol dan mengawasi atlet. ”Apalagi, atlet yang kita awasi bukan orang normal. Tidak mungkin mereka harus menginap di tempat terpisah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kondisi itu juga menambah beban kontingen. Terutama pada persoalan anggaran. Hitung saja, harga tiket pesawat pulang-pergi per orang ke Papua mencapai Rp 10 juta-an. ”Belum lagi, biaya konsumsi dan akomodasi selama berada di Papua. Pasti, biayanya bakal membengkak,” duganya.

Karena itu, hingga kemarin mereka belum melakukan seleksi altet. Anggaran yang akan diterima NPC dari pemprov NTB belum jelas nominalnya. ”Katanya, kita akan diberikan Rp 500 juta,” ucapnya.

Bila anggarannya sebesar itu, NTB hanya akan mengirim belasan atlet saja. ”Nanti saja kita pastikan setelah ada anggaran,” pungkasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks