alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Kepala Dispora NTB Hadiri Rakor Persiapan Popnas Papua

MATARAM-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB menghadiri rapat koordinasi (Rakor) persiapan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Papua, Sabtu (23/3) lalu. Pada  rakor tersebut  dihadiri kepala dinas pemuda dan olahraga (Dispora) seluruh provinsi.

Kadispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, sebelum menjalani rakor, seluruh perwakilan dari provinsi diajak melihat persiapan venue. Total ada 11 venue yang akan digunakan pada perhelatan dua tahunan itu. ”Persiapan venue belum 100 persen,”  kata Husnanidiaty kepada Lombok Post, kemarin (25/3).

Di beberapa venue ada beberapa kekurangan. Seperti, tempat peristirahatan atlet dan toilet. ”Di satu venue cuma ada dua toilet. Makanya kita usulkan untuk menambah toilet portabel,” kata dia.

Tak hanya itu, yang bakal menjadi persoalan nantinya yakni akomodasi. Kendaraan di kawasan itu terbatas. “Tak sebanyak di Kota Mataram atau kota-kota lainnya. Itu yang kita antisipasi nanti,”  jelasnya.

Namun, beberapa masukan dari perwakilan seluruh daerah akan menjadi atensi tuan rumah. Dia yakin, tuan rumah pasti bakal menyelesaikan kebutuhan vital di masing-masing venue. ”Pelaksanaan Popnas kan Oktober. Mereka memiliki waktu tujuh bulan lagi menyelesaikan kekurangan di masing-masing venue,” kata perempuan yang akrab disapa Eni itu.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil rakor, ditetapkan ada 20 cabang olahraga (Cabor) yang bakal dipertandingkan. NTB hanya akan mengikuti 10 cab0r. Seperti, cabor atletik, pencak silat, taekwondo, karate, renang, tinju, bulu tangkis,basket,  sepak bola, dan tenis meja.”Kita hanya kirim atlet yang berpotensi meraih medali,” kata dia.

Tuan rumah juga membatasi peserta.  Masing-masing kontingen hanya bisa membawa 200 orang. ”Kalau NTB palingan akan membawa setengahnya. Ya, kisarannya 100 sampai 110 orang,” ujarnya.

Itu untuk menghemat anggaran. Karena, biaya pesawat menuju ke Papua cukup mahal. ”Bisa mencapai Rp 10 jutaan,” keluhnya.

Itu belum terhitung biaya akomodasi dan konsumsi selama berada di Papua. ”Kita akan pergunakan anggaran yang dimiliki dengan sehemat mungkin,” tandasnya. (arl/r10/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks