alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Rencana Awal Cabor Pencak Silat Berantakan

MATARAM-Tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional  (Popnas) membatasi kuota atlet. Regulasi itu menjadi kabar buruk bagi cabang olahraga (Cabor) pencak silat.

Atlet yang diperbolehkan turun pada ajang dua tahunan itu hanya finalis Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil). Sementara atlet yang meraih juara tiga tidak diperkenankan berlaga di Popnas.

Pelatih cabor pencak silat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB Salabi mengatakan, regulasi itu merugikan NTB. Ada beberapa atlet andalan tak bisa turun akibat regulasi itu. ”Salah satunya Nizam Rahmatullah,” kata Salabi kepada Lombok Post, kemarin (25/3).

Atlet yang dibina di Ragunan itu tidak dapat bermain di Popnas. Di Popwil dia hanya berada di peringkat ketiga. “Saya tekan dia (Nizam, Red) tidak bermain ngotot di semifinal karena dia dalam keadaan cedera. Bagi saya yang penting Nizam memastikan diri dulu lolos ke Popnas,” ujarnya.

Menurutnya, Nizam sebenarnya memiliki potensi untuk lolos ke final. Lawan yang dihadapi kemampuannya di bawah Nizam. ”Saya harapkan Nizam tampil di Popnas. Tetapi, karena regulasi berubah, Nizam tidak bisa turun. Kita rugi,” ulangnya lagi.

Sebelumnya, pada technical meeting Popwil lalu diputuskan, yang dapat tampil di Popnas hanya finalis dan juara tiga.  Sehingga, total ada sembilan pesilat NTB yang bakal tampil di Popnas. ”Kita sudah genjot kemampuan semua atlet yang lolos secara khusus,” ujarnya.

Karena ada regulasi itu, total hanya enam pesilat NTB yang bakal tampil di Popnas. Terdiri dari dua pesilat putri dan empat putra. Yaitu, Yuliana (Kelas A Putri), Salsabila (kelas C Putri), Ikbal Anugrah (kelas D Putra), Muhammad Fadila (kelas B Putra), M Taufiq (kelas G putra), dan Dimas Rezki (kelas H putra).

Salabi mengatakan, dengan regulasi itu persaingan di Popnas nanti cukup ketat. Yang turun merupakan pesilat terbaik pada Popwil lalu. ”Untuk itu, atlet kita harus lebih sigap lagi menghadapi pertandingan. Karena yang dihadapi adalah pesilat finalis di masing-masing perwakilan wilayah,” tegasnya.

Semua atlet memiliki peluang yang sama untuk meraih medali. NTB menaruh harapan besar kepada enam pesilat itu untuk menyumbangkan medali di Popnas.

Perhelatan Popnas dilakukan Oktober mendatang. Mereka masih memiliki waktu enam bulan untuk mempersiapkan diri dengan matang. ”Mudahan mereka bisa tampil maksimal di Popnas nanti,” harapnya. (arl/r10) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks