alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Ketegangan KONI-IPSI Mereda

MATARAM-Penetapan pelatih pencak silat di Pelatda Mayung sudah mereda. Itu setelah pihak KONI dan Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTB bertemu dan berdiskusi, Selasa (26/2) lalu.

Sekretaris Pengprov IPSI NTB Tantowi mengatakan, munculnya persoalan itu karena adanya miskomunikasi dan perbedaan pandangan. KONI menginginkan pelatih tertentu, begitu pula dengan IPSI. ”Persepsi berbeda itu yang kita selesaikan,” kata Tantowi kepada Lombok Post, Selasa (26/2).

IPSI telah mengusulkan empat nama pelatih atlet pelatda ke KONI. Namun, hanya dua pelatih yang mengikuti fit and proper test. ”Keduanya tidak lulus,” ujarnya.

Lalu, tiba-tiba KONI kembali menyurati IPSI. Mereka meminta IPSI mengusulkan ulang nama pelatih. ”Kita kan kaget, kok kita diminta mengusulkan ulang,” kata dia.

Seharusnya, di dalam surat dijelaskan alasan kenapa pelatih yang diusulkan tersebut tidak diterima. Sehingga, IPSI dapat mempertimbangkan pengusulan ulang nama pelatih. ”Tetapi, kami sudah mendengar alasannya langsung. Katanya, tidak lulus karena tidak memiliki lisensi,” ungkapnya.

Jika karena tak memiliki lisensi, IPSI akan mengusulkan ulang nama pelatih yang lain. Rencananya, pada Maret mendatang, IPSI akan mengirim pelatih mengikuti penataran. “Supaya lebih banyak pelatih berlisensi nasional,” ujarnya.

Terkait ditunjuknya pelatih Dega Mardiansyah langsung oleh KONI itu, dia mengaku, ranah tersebut bukan wewenangnya. Itu inisiatif tim satlak dan KONI. ”Kalau memang Dega ditunjuk langsung menjadi pelatih pelatda tanpa rekomendasi IPSI, itu sah-sah saja,” ujarnya.

Tetapi, KONI harus menghargai cabor. IPSI akan mempertimbangkan kembali usulan nama pelatih. “Kita tidak tahu apakah Dega diusulkan atau tidak. Kalau memang Dega memiliki potensi dan kemampuan yang baik, harus kita dukung. Tetapi, final keputusannya itu ada pada lembaga,” tegasnya.

Namun, setelah pertemuan dengan KONI, ada solusi terbaik. Semua diserahkan ke pengprov cabor. ”Sekarang sudah tidak ada persoalan kok,” kata dia.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, persoalan penetapan pelatih pencak silat sudah ada solusinya. IPSI meminta waktu untuk menetapkan siapa pelatih yang diusulkan. ”Kita berikan kelonggaran. Mereka akan mengadakan rapat internal terlebih dahulu,” kata Andy.

KONI memberikan saran kepada IPSI untuk menentukan pelatih yang berkompeten. Menurutnya, Dega Mardiansyah juga bagus menjadi pelatih. ”Hasil melatihnya sudah terlihat,” ujarnya.

Atlet yang ada di pelatda merupakan jebolan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB. Saat di PPLP, atlet tersebut juga dibina Dega. ”Secara tidak langsung, chemistry antara Dega dan atletnya sudah menyatu,” kata dia.

Jika diganti, apakah chemistry antara pelatih yang ditunjuk IPSI nanti menyatu dengan atlet yang ada di pelatda. Kalau tidak ada chemistry malah menjadi persoalan baru. ”Tahun ini kita akan menjalani Pra-PON. Membangun chemistry butuh waktu lama,” ucapnya.

Andy akan menunggu usulan ulang pelatih pelatda. Jika tidak juga diusulkan, KONI akan mengambil jalan pintas. ”Mudahan secepatnya ada usulan nama pelatih dari IPSI,” kata dia. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks