alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Yakin Bisa Tembus Pelatnas, Forki Kirim Lima Karateka

MATARAM– PB Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) mulai mempersiapkan diri mengikuti South East Asia Karate Federation (SEAKF) Championship dan Sea Games 2019. Mereka melakukan seleksi nasional (Seleknas) untuk mendapatkan karateka terbaik di ajang tersebut.

Karateka NTB ikut ambil bagian dalam memburu tiket pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Pengprov Forki NTB menyiapkan lima atlet mengikuti seleknas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, 29-30 Maret.

Lima karateka yang dikirim yakni Egimia Sagita (Kumite -61 kilogram putri), Arya Sangka Langit (Kumite -55 kilogram putra), dan Nomor KATA Beregu yang diperkuat Aji Firmansyah, Ivan Tri Anugrah, serta Rabbani Millata Hanifa. Mereka menjadi harapan NTB untuk bisa tembus ke pelatnas. ”Kesempatan untuk ke pelatnas cukup terbuka,” kata Sekretaris Pengprov Forki NTB Akhwan kepada Lombok Post, kemarin (27/3).

Diprediksi, yang akan masuk ke pelatnas nanti merupakan finalis di masing-masing nomor. Menurutnya, kelima atlet itu berpeluang tembus ke final. Mereka memiliki track record yang cukup bagus di level nasional. ”Tidak menutup kemungkinan mereka bisa tembus ke final,” ucapnya.

Tim KATA beregu, Arya Sangka Langit masuk peringkat tiga nasional saat ini. Sementara, Egimia Sagita masih berada di peringkat lima besar nasional. ”Sekarang kalau mereka tampil lebih optimal lagi, saya yakin mereka pasti masuk final,” ujarnya.

Sebelum berangkat ke seleknas itu, mereka berlatih di masing-masing Dojo-nya. Akhwan melihat, kemampuan mereka semakin meningkat. ”Kita harus optimis bisa tembus ke pelatnas,” ucapnya.

Dari track record mengikuti kejurnas, lawan berat yang akan dihadapi bakal muncul dari beberapa karateka provinsi lain. Seperti,  DKI Jakarta, Sumatera Utara (Sumut), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Jawa Timur (Jatim). ”Mereka bakal menjadi musuh bebuyutan kita nantinya,” kata dia.

Akhwan mengatakan, di seleknas itu para atlet dapat mengambil pelajaran penting. Mereka atlet yang masih muda dan potensial. Pertandingan itu dapat menambah jam terbang mereka di level nasional.  Sehingga, mental bertandingnya lebih terasah. ”Semakin banyak frekuensi pertandingan yang diikuti bakal semakin bagus juga,” ucapnya.

Sementara itu, karateka terbaik nasional Ahmad Zigi Zaresta Yuda tidak berangkat mewakili Forki NTB di seleknas. Dia mewakili pelatnas PB Inkai. ”Tetapi itu bukan masalah. Kalau sudah masuk pelatnas Zigi tetap membawa nama NTB,” ungkapnya.

 

Fakih Absen Seleknas

Karateka muda NTB Fakih Karomi harus gigit jari tahun ini. Dia  tidak bisa mengikuti seleknas tersebut. ”Fakih tidak kita daftarkan. Dipastikan absen mengikuti seleknas,” kata Akhwan.

Fakih absen bukan karena cedera, sakit atau tidak siap. Melainkan terhalang mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). “Sekolah tidak memberikan izin Fakih mengikuti Seleknas karena dia menghadapi ujian nasional,” jelasnya.

Pengprov tidak bisa memaksakan kehendak karena sekolah yang tidak memberikan izin. Karena itu juga demi masa depan Fakih. ”Kita tidak bisa paksakan kalau sudah kondisi seperti ini,” tegasnya.

Saat ini, Fakih menghuni  pelatda mayung harapan. Dia ditargetkan meraih medali di PON XX/2020 Papua. ”Fakih salah satu karateka andalan NTB,” ucapnya.

Kemungkinan besar, atlet yang turun di nomor Kumite -67 kilogram itu bakal aktif kembali berlatih usai menjalankan UAN. ”Kita pahami kondisi Fakih sehingga belum fokus berlatih,” pungkasnya. (arl/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks