Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rooney Nilai Amorim Kebangetan: Dia Bukan Pep Guardiola atau Klopp

Ivan Mardiansyah • Selasa, 6 Januari 2026 | 22:12 WIB
Wayne Rooney menilai Amorim kebangetan karena belum setara Pep Guardiola atau Klopp, namun akui pelatih Manchester United itu bekerja dalam kondisi sulit.
Wayne Rooney menilai Amorim kebangetan karena belum setara Pep Guardiola atau Klopp, namun akui pelatih Manchester United itu bekerja dalam kondisi sulit.

LombokPost – Legenda Manchester United Wayne Rooney melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Rúben Amorim yang dinilai terlalu jauh berbicara soal kendali klub. Rooney menegaskan bahwa Amorim belum berada pada posisi yang tepat untuk menentukan arah besar klub karena ia bukan Pep Guardiola dan bukan Jürgen Klopp, dua pelatih elite yang memiliki sejarah, prestasi, dan legitimasi kuat dalam mengambil keputusan besar di klub raksasa Eropa. Pernyataan Rooney soal Amorim Manchester United ini langsung menyita perhatian publik sepak bola Inggris.

Menurut Rooney, untuk bisa berbicara soal kuasa dan kontrol di sebuah klub sebesar Manchester United, seorang pelatih harus terlebih dahulu membangun rekam jejak yang solid. Ia menilai Rúben Amorim belum memiliki sejarah panjang maupun pencapaian besar seperti Pep Guardiola atau Jürgen Klopp. “Saya rasa Amorim tidak seharusnya berbicara seperti itu. Anda perlu memiliki hak untuk menentukan apa yang terjadi di sebuah klub,” ujar Rooney. Ia menambahkan dengan tegas, “Dia bukan Pep Guardiola, dia bukan Jürgen Klopp, dia tidak memiliki sejarah atau latar belakang seperti itu.”

Meski mengkritik keras, Rooney tetap menunjukkan sisi empati terhadap kondisi yang dihadapi Amorim. Mantan kapten Manchester United itu menilai situasi Amorim sangat sulit karena harus menangani skuad dengan kualitas terbatas. Rooney menyebut komposisi pemain Manchester United saat ini belum cukup kuat untuk bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Dalam pandangannya, masalah Manchester United bukan hanya soal pelatih, tetapi juga soal kedalaman dan kualitas skuad.

Baca Juga: Fans Manchester United Serukan Kembalinya Solskjaer, Amorim Dinilai Gagal Total

Rooney secara khusus menyoroti bangku cadangan Manchester United yang dipenuhi pemain muda dari akademi. Menurutnya, meski kehadiran pemain muda merupakan hal positif bagi masa depan klub, menurunkan mereka dalam situasi tim yang tidak stabil justru berisiko. “Para pemain yang dia miliki di bangku cadangan adalah anak-anak muda dari akademi. Senang melihat mereka di bangku cadangan, tetapi apakah mereka sudah siap saat ini?” kata Rooney.

Lebih lanjut, Rooney menjelaskan bahwa memainkan pemain muda saat performa tim belum solid bisa menjadi tekanan besar, baik bagi pelatih maupun pemain itu sendiri. Ia menilai kondisi ini membuat tugas Rúben Amorim di Manchester United semakin berat, terutama di tengah tuntutan hasil instan dari publik dan manajemen klub. “Sangat sulit untuk menurunkan pemain muda ke lapangan sepak bola ketika timnya tidak terlalu bagus. Karena itu, saya sedikit merasa kasihan padanya,” ujar Rooney.

Pernyataan Wayne Rooney ini mempertegas bahwa Rúben Amorim berada dalam dilema besar di Manchester United. Di satu sisi, ia dituntut memberikan hasil cepat, namun di sisi lain harus bekerja dengan keterbatasan skuad dan minimnya pemain berpengalaman. Meski dinilai belum setara Pep Guardiola atau Jürgen Klopp, masa depan Amorim kini sangat bergantung pada dukungan manajemen serta kesabaran klub dalam membangun kembali kekuatan Manchester United.

Baca Juga: Tutup Pintu ke Manchester United, Rashford Pilih Bertahan Lebih Lama di Barcelona

Editor : Marthadi
#Amorim #Ruben Amorim #wayne rooney #manchester united #mu