LombokPost - Pengprov Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) NTB bertekad memasukkan cabor padel ke Pekan Olaraga Provinsi (Porprov) 2026.
Ini juga melihat geliat dan lapangan infrastruktur yang terus ada di daerah ini.
Sehingga ada lapangan penunjang untuk berlatih.
”Kita akan berusaha agar padel dipertandingkan di Porprov. Apalagi padel juga masuk di PON,” ujar Ketua Pengprov PBPI NTB Mirah Midadan Fahmid.
Wanita yang menjadi anggota DPD RI ini menjelaskan pihaknya akan melengkapi semua administrasi dan melakukan komunikasi dengan KONI NTB.
Termasuk juga membentuk pengurus kabupaten/kota.
”Sekarang masih belum ada pengurus kabupaten/kota yang terbentuk. Target kita setengahnya akan dibentuk setelah lebaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua PP PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita mendukung PBPI NTB segera membentuk kepengurusan di kabupaten/kota.
Khususnya untuk mendukung Porprov. Karena ini merupakan tahapan menuju PON 2028.
”Padel masuk PON 2028 itu tidak mudah. Perjuangan padel cukup berat,” ujarnya.
Galih menjelaskan saat menjadi cabor ekshibisi di PON Aceh-Sumut 2024, ada 8 provinsi yang menjadi peserta. Namun sekarang kepengurusan padel sudah ada di 20 provinsi.
Sekretaris KONI NTB M Nur Haedin menjelaskan cabor padel bisa main di Porprov melalui cabor ekshibisi. ”Kami mohon padel bisa segera memutuskan dan bersurat resmi. Inilah kenapa padel harus terbentuk di kabupaten dan kota,”
katanya.
Pria yang akrab disapa Edo ini menambahkan untuk PON 2028, cabor padel sudah diusulkan sebagai cabor privilige tuan rumah.
Selain cabor-cabor unggulan pendulang medali emas bagi NTB. Ini bahkan sudah ditindaklanjuti dengan
datangnya PP PBPI ke NTB.
”Venue yang disiapkan sudah dilihat pusat dan sudah disetujui di Lombok Tengah,” pungkasnya. (puj/r8)
Editor : Pujo Nugroho