LombokPost – Jannik Sinner kembali melangkah mantap di Australian Open. Juara bertahan dua kali Australian Open itu memastikan tiket babak kedua Australian Open setelah lawannya, Hugo Gaston, mundur karena sakit pada laga putaran pertama, Selasa (20/1).
Bermain di Rod Laver Arena, Jannik Sinner sepenuhnya mengendalikan pertandingan. Petenis Italia tersebut unggul telak 6-2, 6-1 ketika Gaston tak mampu melanjutkan laga setelah memanggil dokter sejak akhir set pertama.
“Saya melihat dia tidak melakukan servis dengan kecepatan tinggi, terutama di set kedua, tetapi itu bukan cara yang Anda inginkan untuk memenangkan pertandingan,” kata Jannik Sinner.
“Dia pemain yang sangat berbakat, jadi saya tahu saya harus bermain di level yang sangat tinggi, mencoba untuk seagresif mungkin, yang telah saya lakukan. Jadi saya sangat senang, sangat senang bisa kembali ke sini,” ujarnya.
Kemenangan ini mengantar Jannik Sinner ke babak kedua Australian Open sekaligus memperpanjang dominasinya atas Gaston dengan rekor 3-0 Lexus ATP Head2Head. Sejak awal laga, Jannik Sinner tampil agresif, memaksa lawannya bertahan dan terus menekan dari baseline.
Salah satu momen krusial terjadi di gim keenam set pertama. Jannik Sinner melepaskan drop shot brilian untuk meraih break point, membuat Gaston terjatuh saat mencoba menjangkau bola.
Meski demikian, Jannik Sinner menunjukkan sportivitas dengan mendatangi net untuk memastikan kondisi lawannya, meskipun cedera tersebut tampaknya tidak berkaitan langsung dengan insiden tersebut.
Ambisi Jannik Sinner di Australian Open 2026 jelas besar. Ia membidik sejarah sebagai petenis putra kedua di Era Terbuka yang mampu menjuarai Australian Open tiga kali beruntun, menyamai pencapaian Novak Djokovic (2011–13 dan 2019–21).
Di babak kedua Australian Open, Jannik Sinner akan menghadapi lucky loser Dino Prizmic atau wild card tuan rumah James Duckworth. Dengan performa solid dan kondisi fisik yang prima, Jannik Sinner kembali menegaskan statusnya sebagai favorit utama juara Australian Open.
Langkah mulus ke babak kedua ini menjadi sinyal kuat bahwa Sinner belum kehilangan sentuhan terbaiknya di Australian Open, turnamen yang telah menjadi panggung dominasinya dalam dua edisi terakhir.
Editor : Rury Anjas Andita