Bermain di kandang sendiri, Minggu malam (15/2/), Serdadu Tridatu tumbang dengan skor tipis 0-1.
Gol semata wayang tim tamu dicetak Gustavo Almeida pada menit ke-8, yang langsung mengubah jalannya pertandingan dan membuat tuan rumah berada dalam tekanan sejak awal laga.
Kekalahan ini terasa semakin pahit karena terjadi tepat di momen perayaan ulang tahun ke-11 Bali United.
Berikut tiga hal yang paling menyakitkan di balik hasil tersebut:
1. Kalah di Momen Ulang Tahun
Laga kontra Persija sejatinya menjadi momen spesial bagi Bali United yang tengah merayakan hari jadinya.
Atmosfer stadion yang penuh semangat dan dukungan suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi Ricky Fajrin dan kawan-kawan.
Namun harapan itu justru berubah menjadi kekecewaan.
Alih-alih menghadirkan kado kemenangan, Bali United harus menerima kekalahan di hadapan pendukung sendiri.
Hasil ini tentu mencoreng perayaan yang seharusnya menjadi momen kebanggaan bagi klub dan suporter.
2. Terancam Denda Akibat Ulah Suporter
Tak hanya kalah di atas lapangan, Bali United juga terancam sanksi disiplin.
Dalam pertandingan tersebut terjadi insiden pelemparan botol ke lapangan serta penyalaan flare dan kembang api oleh oknum suporter.
Jika mengacu pada regulasi kompetisi, tindakan tersebut berpotensi berujung denda yang tidak sedikit.
Situasi ini semakin menambah beban klub, baik secara finansial maupun citra.
Secara statistik, Bali United memang berada di bawah tekanan sejak awal pertandingan.
Persija unggul dalam penguasaan bola dengan 52 persen, berbanding 48 persen milik tuan rumah.
Gol cepat di menit ke-8 membuat Bali United kesulitan mengembangkan permainan.
3. Stadion Dipta Tak Lagi Angker
Kekalahan ini juga memperpanjang catatan negatif Bali United di kandang. Stadion Kapten I Wayan Dipta yang selama ini dikenal angker bagi tim tamu, kini mulai kehilangan tuahnya.
Pekan sebelumnya, Bali United juga tumbang 1-3 dari Persebaya di stadion yang sama. Dua kekalahan beruntun di kandang menjadi sinyal bahaya bagi konsistensi tim.
Kekalahan dari Persija bukan hanya soal kehilangan tiga poin, tetapi juga soal momentum, reputasi kandang, dan potensi sanksi yang membayangi.
Bali United kini dituntut segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan papan atas BRI Super League musim ini.
Editor : Kimda Farida