Guardiola menuntut anak asuhnya untuk tidak sekadar bermain, tapi "menghajar" Madrid dengan identitas asli mereka atau pulang dengan tangan hampa.
Dikutip dari The Guardian, laga di Santiago Bernabéu pada Rabu malam waktu setempat ini akan menjadi pertemuan ke-16 bagi kedua raksasa tersebut.
Statistik mencatat persaingan yang sangat sengit, di mana kedua tim sama-sama mengantongi lima kemenangan dan lima hasil imbang.
"Kalian harus menatap mata mereka dan katakan: 'Inilah kami sebagai sebuah tim'. Anda harus menjadi diri sendiri," tegas Guardiola dalam pernyataannya menjelang laga.
Ia menekankan bahwa City harus tampil proaktif untuk merebut bola kembali dan bermain lebih baik daripada lawan jika ingin mengamankan tiket ke perempat final.
Guardiola mengakui bahwa di masa lalu, baik saat melatih City maupun Bayern Munich, ia sering merasa timnya tidak menunjukkan jati diri yang sebenarnya di panggung besar.
"Jika kita tersingkir, beri selamat kepada Madrid. Tapi setidaknya, jika Anda menjadi diri sendiri, kita bisa bangga," tambahnya dengan nada menantang.
Keuntungan City: Mbappé Absen!
Kabar gembira bagi pendukung The Citizens, Real Madrid dipastikan tampil pincang tanpa bintang anyar mereka, Kylian Mbappé, yang dibekap cedera lutut.
Kiper City Gianluigi Donnarumma mengakui absennya mantan rekan setimnya di PSG itu memberikan keuntungan tersendiri.
"Tidak menghadapi pemain seperti Kylian adalah sebuah keuntungan. Pekerjaan saya jadi lebih ringan," ungkap Donnarumma.
Namun, ia memperingatkan bahwa Madrid tetaplah tim yang dipenuhi pemain juara yang haus kemenangan dan City harus tetap waspada.
Meskipun Mbappé absen, Guardiola tetap mewaspadai ancaman kecepatan Vinícius Júnior.
Tanpa kehadiran Kyle Walker yang biasanya menjadi pengawal utama Vinícius, Pep menginstruksikan timnya untuk tetap rapat saat menguasai bola dan meminimalkan kesalahan sekecil apa pun agar tidak dihukum oleh serangan balik lawan.
Editor : Marthadi