alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Dipulangkan dari Jateng, 33 Calon TKI asal Sumbawa Dikarantina

SUMBAWA-Sebanyak 33 Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) asal Sumbawa dipulangkan dari penampungan di Kebumen, Jawa Tengah Senin malam lalu (30/3). Setibanya di Sumbawa, puluhan CPMI ini kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing untuk dilakukan karantina secara mandiri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa H Didi Darsani membenarkan adanya 33 CTKI yang baru tiba di Sumbawa. Data para CTKI ini sudah disampaikan ke masing-masing puskesmas untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Sudah diserahkan datanya ke puskesmas masing-masing untuk ditemui dan dicek. Sekarang pihak puskesmas yang menindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke rumahnya masing-masing,” katanya, kemarin (1/4).

Sementara ini menurutnya, mereka belum masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP). Meski begitu, tetap dilakukan pengecekan terhadap kesehatan mereka. Bahkan dalam perjalanan dimungkinkan mereka sudah dilakukan pengecekan kesehatan di setiap pintu masuk.

“Difinisi ODP tidak harus dari zona merah. Semua yang dari luar kalau dia menunjukkan gejala sakit kita masukkan ODP. Dan mereka belum ada gejala sakit,” jelasnya.

Mengenai jumlah ODP, diakuinya terus mengalami penambahan. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di Kabupaten Sumbawa bertambah. Menyusul pulangnya sejumlah mahasiswa dari luar daerah. Dengan demikian, ada penambahan ODP dan PDP secara keseluruhan. Yakni dari 97 menjadi 110 orang. Ada penambahan sebanyak 13 orang dari laporan tanggal 31 Maret. Penambahan 13 orang ini merupakan ODP. Jumlah keseluruhan ODP di Kabupaten Sumbawa sebanyak 105 orang. Sementara lima sisanya merupakan PDP. Namun, kini jumlah PDP berkurang menjadi empat. Menyusul hasil tes salah seorang PDP, menyatakan bahwa yang bersangkutan negatif covid-19.

Sementara itu kondisi dua pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 asal Sumbawa Barat berangsur membaik. Dikes Sumbawa Barat masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap dua pasien tersebut.

“Kita masih menunggu hasilnya. Yang jelas, untuk kondisi kesehatannya berangsur-angsur membaik, ungkap Kadikes Sumbawa Barat H Tuwuh kepada wartawan, kemarin..

Bagaimana dengan pengawasan terhadap warga yang masuk ke Sumbawa Barat? Tuwuh menegaskan, pengawasan terhadap warga yang keluar masuk Sumbawa Barat tetap dilakukan. Saat ini Posko Pencegahan dan Penanganan Covid-19 yang dibentuk di Pelabuhan Poto Tano terus melakukan pemeriksaan dan pengecekan kesehatan warga yang datang.

“Kita ingatkan lagi, bagi warga yang baru datang dari luar Sumbawa Barat, terutama daerah terjangkit untuk dapat melaporkan diri ke puskesmas atau posko terdekat. Mereka juga wajib melakukan isolasi diri selama 14 hari,” ajaknya.

Kebijakan ini berlaku terhadap warga pendatang. Termasuk buruh tani asal Pulau Lombok yang sudah terlanjur berada di Sumbawa Barat.

“Mereka kita minta supaya membatasi diri,” tambahnya. (en/far/r4)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks