alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Satu PDP Asal Sumbawa Negatif Korona, Satu Lagi Masih Dirawat

SUMBAWA-Salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal Sumbawa yang saat ini dirawat di RSUD Provinsi NTB, dipastikan negatif covid-19. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa H Didi Darsany mengatakan, PDP ini telah dinyatakan sehat karena sudah menjalani seluruh pemeriksaan.

“Ada satu lagi PDP yang dirawat di RSMA, hasilnya belum keluar. Sebab, kami terkendala pengiriman sampel yang memakan waktu,” jelasnya kemarin (31/3/2020).

Ia berharap, hasil tes PDP tersebut bisa segera diketahui. Sehingga pihaknya bisa melakukan tindaklanjut. Namun diungkapkan, kondisi kesehatan PDP tersebut mengalami perkembangan yang menggembirakan.

Dipaparkan, jumlah akumulatif ODP dan PDP di Sumbawa hingga 31 Maret sebanyak 97 orang. Ada penambahan 11 ODP dari tanggal 30 Maret. Dimana dari 11 orang ini, satu orang memiliki riwayat perjalanan dari Jogja dan satu orang dari Surabaya. Sedangkan tujuh orang ODP memiliki riwayat perjalanan dari Makassar. Satu orang memiliki riwayat perjalanan dari Mataram. Sementara satu orang lainnya memiliki riwayat perjalanan dari Banyuwangi.

“Dari akumulasi 97 orang itu, 92 merupakan ODP dan PDP sebanyak lima orang. Sejauh ini, 61 orang ODP selesai dipantau dan dinyatakan sehat. 31 ODP masih dipantau di rumah masing-masing. Sementara tiga orang ODP dirawat di RSMA,” paparnya.

Sementara itu Pemkab Sumbawa berencana membangun posko pengawasan di pintu keluar masuk Sumbawa yang berada di Kecamatan Tarano, Alas Barat, Terminal Sumber Payung dan Muara Kali Labuhan Sumbawa.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Abdul Azis mengatakan, posko yang dibangun tersebut bertujuan untuk mengawasi warga yang datang dari daerah endemi atau zona merah covid-19. Dengan adanya posko ini, pengawasan akan lebih ketat. Termasuk juga dengan pendataannya.

“Secepatnya kita akan susun RAB, SOP dan lainnya untuk pembangunan posko ini,” katanya.

Sebelum pembangunan posko dilakukan, pihaknya sudah lebih dulu berupaya melakukan pencegahan dengan menginstruksikan kepada perusahaan angkutan umum untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Seperti kasus yang di Lunyuk, bus tersebut diberhentikan dahulu, dikarantina lalu disterilkan sampai ada hasil uji lab. Dari pantauan kami sejumlah travel sudah menyediakan tempat cuci tangan dan disemprot, masker juga dikasih,” imbuhnya. (run/en/r4)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks