alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Satu Warga Positif Korona, Camat Lunyuk Minta Masyarakat Tak Panik

SUMBAWA—Sementara itu, setelah satu pasien asal Kecamatan Lunyuk dinyatakan positif Korona. Camat Lunyuk Iwan Sofyan langsung mengambil langkah-langkah strategis. “Kami mendapatkan pengarahan langsung dari Pak Gubernur, Pak Bupati Sumbawa dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa,” ujarnya, saat dikonfirmasi Lombok Post, tadi malam (1/4).

Arahan itu disaksikan Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas dan seluruh kepala desa di Kecamatan Lunyuk. “Semua perangkat inti kami di kecamatan, kami sampaikan permakluman ini,” terang Iwan.

Kepada Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa, dirinya meminta ijin untuk menenangkan warga agar tidak panik. Baik melalui pengeras suara di masing-masing masjid seluruh Kecamatan Lunyuk dan akun media sosial.

“Kami memberikan klarifikasi berikut dengan langkah-langkah yang kami ambil,” kata dia.

Setelah itu, tadi malam juga, ia bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kecamatan Lunyuk dan seluruh masyarakat yang tergabung dalam relawan desa, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim pelayanan kesehatan, yang terbagi dalam 11 kelompok, langsung mendatangi warga di masing-masing desa, yang diduga melakukan kontak langsung, dengan pasien positif Covid-19.

“Kami langsung melakukan tracking, daerah tempat tinggal korban,” terangnya.

Melalui pengeras suara masjid, ia mengabarkan jika penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya bila mengikuti anjuran pemerintah. “Kami langsung mendatangi rumah beliau, ada lima anggota keluarga yang sudah kami pastikan melakukan isolasi mandiri,” terangnya.

Iwan mengakui, pemerintah kecamatan harus bekerja ekstra, karena pasien tersebut memiliki pekerjaan sebagai pedagang sembako. Tidak hanya berjualan di toko sendiri, namun menjajakan dagangannya ke toko-toko di desa lain.

“Ini juga kami tracking. Alhamdulillah datanya sudah kami dapatkan. Sehingga mereka akan kami datangi, melakukan isolasi diri,” kata dia.

Dirinya juga sudah memerintahkan dari Ketua RT hingga Kepala Desa, melakukan berbagai macam proteksi. Seperti lokasi tempat tinggal pasien Covid-19, tokonya langsung ditutup. Warga yang sempat belanja belakangan, diminta melakukan isolasi mandiri.

Termasuk bus malam yang pernah ditumpangi pasien. Siapa saja kru bus tersebut. Iwan menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi data orang tersebut, termasuk alamat tempat tinggal, yang berada di wilayah lain.

“Ada di Kecamatan Lantung dan Lenangguar, saya langsung berkoordinasi dengan camatnya, supaya segera mengambil langkah-langkah tracking, kalau berkontak dengan yang lain,” terangnya.

Iwan menegaskan, situasi dan kondisi tadi malam setelah terkonfirmasi positif, diakuinya segala aktivitas menjadi sangat lengang. Namun, sampai saat ini, pihaknya belum memberlakukan jam malam. “Ini bisa berubah, sesuai hasil konsultasi dengan gugus tugas kabupaten, tidak bisa mengambil kebijakan sendiri,” terangnya.

Hanya saja, pihaknya memberlakukan pembatasan sosial. Sebagai upaya preventif. Yang paling tegas dan ketat di dusun tempat tinggal pasien positif Covid-19. Bukan skala kecamatan. Sambil mengimbau, tetap di rumah saja. Jika ingin beraktivitas, hanya diijinkan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi.

“Kami perbolehkan ke sawah atau ke kebun. Namun harus dipastikan tidak boleh ada kontak langsung. Jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, mandi yang bersih, dan lainnya,” tegas Iwan.

Karena wilayahnya sudah terkonfirmasi positif, rencananya, hari ini PMI Kabupaten Sumbawa, akan menerjunkan dua tangki mobil untuk menyemprot cairan disinfektan di beberapa desa di Kecamatan Lunyuk. “Kami sudah mendapatkan konfirmasi,” jelasnya.

Adanya kejadian ini, Iwan memastikan, sementara waktu, ketersediaan pangan di Kecamatan Lunyuk masih terjaga. Bersama UPT Pertanian, dirinya melakukan pengawasan barang dan harga di berbagai pasar tradisional. Jika terjadi persediaan bahan pangan menipis, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemkab Sumbawa.

“Intinya, kami pemerintah, akan selalu ada untuk memastikan dan memberikan pelayanan terbaik. Sesuai dengan kemampuan kami,” kata Iwan. (ili/yun/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks