alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Hujan Lebat, Hutan Gundul, 4.416 Warga NTB Terdampak Bencana

MATARAM-Dalam dua bulan terakhir, NTB dilanda 37 bencana alam. Banjir, angin kencang, dan longsor mendominasi di awal tahun 2020. ”Jiwa terdampak mencapai 4.416 orang, 12 tercatat lula-luka, yang meninggal nihil,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (1/3).

Bencana juga mengakibatkan 12 rumah rusak berat, delapan rusak sedang dan 30 rumah rusak ringan. ”Selain itu dua fasilitas pendidikan dan dua fasilitas ibadah ikut rusak,” kata Khalik.

Tidak hanya itu, berbagai bencana yang terjadi awal tahun ini juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur rusak. Antara lain, enam jemabatan, empat toko, 95 meter tanggul sungai dan saluran rusak, dan satu dam rusak. ”Lahan pertanian juga terdmpak, 27 hektare sawah terendam,” katanya.

Dampak lainnya, puluhan pohon tumbang di beberapa daerah akibat angin kencang. ”Bencana-bencana inilah yang harus terus kita waspadai,” katanya.

Bencana terbaru terjadi di Kabupaten Bima. Sabtu (29/2) lalu, dua jembatan putus akibat hujan lebat di wilayah Soromandi. Hujan lebat juga mengakibatkan banjir di daerah Sai dan Sampungu. ”Empat jembatan tersumbat oleh batangan kayu dari hutan Soromandi,” jelasnya.

Untungnya ada warga yang sampai mengungsi dan tidak korban jiwa. Tapi dua hektare tanaman bawang hancur diterjang banjir, di daerah Sai, Soromandi. Kondisi Dam Laju yang pernah dihantam banjir tahun 2017, kini kembali diterjang banjir. ”Ini akibat hutan sudah gundul di kawasan dam tersebut,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, banjir melanda Desa Sumi dan Rato. Banjir membuat pagar SDN 1 Sumi dan empat rumah rusak. ”Banjir disebabkan saluran drainase tersumbat lumpur,” terangnya.

Masih di wilayah Bima, banjir bandang juga melanda Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu. Banjir bandang diakibatkan gundulnya hutan di wilayah Lambu dan sekitarnya. Mengingat jalan itu merupakan akses ekonomi warga, perlu dibuat jembatan darurat di lokasi tersebut.

Terkait banyaknya bencana yang terjadi di wilayah Bima, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memerintahkan OPD terkait segera memperbaiki jembatan Pemintas yang rusak diterjang banjir bandang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Azhar mengatakan, dia sudah mengirimkan tim survei untuk mengecek lapangan.

Untuk penanganan jangka pendek, PUPR menurunkan alat berat untuk membuat jalan darurat. Kemudian membersihkan batang pohon yang menyumbat jembatan agar segera bisa digunakan warga. ”Kami juga membuat perencanaan perbaikan permanen,” katanya.

Sementara untuk jangka panjang, harus terus dilakukan sosialisasi tentang bahaya penggundulan hutan. ”Kita ingin timbul kesadaran warga untuk merawat hutan,” katanya.

Terkait permintaan masyarakat agar jembatan limpasan basah dibongkar karena jadi penyebab banjir, Azhar menolaknya. ”Kami akan segera kirim alat berat ke lokasi untuk membuat jalan darurat pada lokasi duiker yang putus,” jelasnya.

Menurutnya, kalau masyarakat meminta alat berat membongkar jembatan, itu bukan solusi. ”Justru masyarakatlah yang akan rugi karena tidak ada yang salah dengan jembatan limpasan basah,” katanya.

Jika ada pohon yang nyangkut dan menyumbat, tinggal dibersihkan. ”Tetapi mohon jangan sampai merusak aset negara. Pembangunan jembatan itu telah memiliki kajian teknis,” tandasnya. (ili/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks