alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pandemi Korona, Sumbawa Barat Ajukan Diri Terapkan New Normal

TALIWANG-Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajukan diri agar bisa menerapkan new normal. Hingga kemarin, pasien positif korona di KSB masih 13 orang.

Permintaan itu disampaikan Bupati Sumbawa Barat HW. Musyafirin saat menerima kunjungan kerja Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah bersama unsur forkopimda NTB, kemarin (5/6).

‘’Ada usulan dan masukan dari berbagai pihak, ini sulit kami jawab tentang New Normal. Kalau pelaksanaan new normal di KSB sendiri sebenarnya boleh dikatakan di atas new normal dari awal, karena tidak ada yang berubah,’’ katanya.

KSB sendiri belum bisa memberlakukan new normal sebelum ada arahan dari Pemrov NTB. ‘’Untuk syarat, KSB sudah memungkinkan. Saat ini kami sudah uji coba, Jum’at subuh sekitar pukul 4.30 wita kita uji coba di pasar. Total ada tujuh sektor yang kita uji coba, sekolah sedang kita siapkan SOP masing-masing, sektor wisata kita berlakukan jam malam di restoran dan kafe, ini semua masih uji coba. Mudah-mudahan ini bisa,’’ harapnya.

Bupati juga meminta kepada gubernur NTB agar meninjau ulang terkait kebijakan mengantongi hasil rapid tes, bagi anak sekolah dan mahasiswa, keluarga yang mau berobat dan bepergian antar kabupaten/kota dalam wilayah  NTB agar kebijakan tersebut ditiadakan.

‘’Mungkin maksud dari kebijakan ini untuk mengurangi orang bepergian, mungkin ada cara lain. Karena toh juga kebijakan  rapid tes tidak mengindikasikan orang itu akan bebas korona,’’ jelasnya.

Rapid tes, lanjut bupati hanya tes antibody saja. Permintaan ini disampaikan bupati, mengingat banyak sekali mendapat keluhan tentang biaya rapid tes yang harus dikeluarkan bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah.

‘’Habis dana JPS yang diterima Rp 600 perbulan, hanya untuk biaya rapid tes. Mohon ini dipertimbangkan, kalau tidak bisa menjangkau luar provinsi, minimal dalam wilayah NTB sendiri, bisa ditiadakan untuk rapid tes. Ini untuk mengurangi beban masyarakat, apalagi sebentar lagi kampus-kampus di NTB akan masuk,’’ pintanya.

Sementara, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menegaskan, new normal ini adalah kehidupan di tengah pandemi korona. Tapi ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Pertama kasus positif Covid-19 menurun dan angka sembuh naik tajam. Kedua, semua kabupaten/kota tersedia sarana kesehatan yang memadai, baik itu menyangkut karantina, laboratorium, tempat isolasi, APD, Rapid dan PCR harus sudah siap jika ada kasus.

‘’Juga harus ada sosialisasi yang massif mulai dari tingkat rumah tangga, dusun, gang-gang tentang new normal. Setiap tempat keramaian, harus ada SOP, termasuk sekolah, kantor-kantor pemerintah. Ini harus ada dan diperkuat, kalau ini bisa dilaksanakan kita berhasil new normal,’’ tandasnya. (far/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks