alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

PDP Asal KSB yang Meninggal Punya Riwayat Penyakit Lain

TALIWANG-Pasien yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA), Sumbawa ternyata riwayat panyakit lain. Bahkan sakit yang dialami pasien yang masih duduk di kelas V salah satu sekolah dasar (SD) dalam Kota Taliwang ini sudah berlangsung cukup lama.

Hal tersebut terungkap dari keterangan yang diberikan kepala sekolah (kepsek) PDP yang bersangkutan Faridah kemarin. “Jadi dari awal sudah mengeluhkan sakit. Gejala pertama yang pernah disampaikan itu sakit gigi,’’ jelasnya.

Faridah menjelaskan, pasien yang masuk kategori PDP itu saat ini masih duduk di kelas V meski sudah berusia 16 tahun lebih. Hal ini disebabkan pasien ini sebelumnya pernah bersekolah di Lombok Timur sampai kelas III dan pindah ke Sumbawa Barat.

“Jadi menurut keterangan yang diberikan pihak keluarga, anak ini pernah sampai kelas III. Tapi dia masuknya di sekolah kita mulai dari kelas I lagi, dan saat ini sudah berada di kelas V,’’ akunya.

Faridah mengaku, sejak awal Februari 2020 lalu, anak didiknya ini mulai mengeluhkan sakit. Bahkan pada saat ulangan semester yang berlangsung 16 Maret lalu, dia tidak masuk lantaran sakit.

“Jadi saat ulangan sekolah anak ini sudah tidak masuk karena memang menderita sakit,’’ akunya lagi.

Pihak sekolah juga membenarkan, selama ini anak tersebut kerap melakukan perjalanan mengikuti orang tuanya ke Lombok Timur. Karena sering ikut orang tua, kadang-kadang tidak masuk sekolah. ‘’Terakhir pada 16 Februari anak ini sudah tidak pernah masuk sekolah sampai sekarang dan dilaporkan ke kita tengah menjalani pengobatan,’’ tambahnya.

Keterangan yang disampaikan pihak sekolah ini juga hampir sama dengan rekam medis yang dimiliki Puskesmas Taliwang dan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat. Dimana sebelumnya pasien ini sempat mendapat perawatan dengan keluhan sakit gigi dan beberapa keluhan lain.

“‘’Tapi untuk hasilnya seperti apa kita tunggu hasil swab. Supaya kita tidak menebak-nebak,’’ tambah Direktur RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat Dr Carlof, kemarin. (far/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks