alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

PDP Asal KSB yang Meninggal Sempat Berkunjung ke Lombok Timur

TALIWANG-Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumbawa Barat mengumumkan satu orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pasien tersebut berinisial IA, warga Lingkungan Tiang Nam, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang.

Pemakaman pasien dengan status PDP ini dilakukan di pemakaman umum Lingkungan Sebubuk dengan mengacu standar WHO, sekitar pukul 08.00 Wita kemarin (5/4/2020) oleh tim medis. Sanak saudara dan keluarga, termasuk masyarakat umum dilarang mendekat tempat pemakaman.

“Pasien dengan status PDP ini meninggal dunia di RS Manambai Abdulkadir Sumbawa,’’ jelas Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 HW Musyafirin didampingi Ketua Harian Gugus Tugas H Abdul Azis dan Juru Bicara Gugus Tugas H Tuwuh, kemarin.

IA berstatus sebagai siswa salah satu sekolah dasar (SD) di Kota Taliwang. Ia diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Lombok Timur yang saat ini ditetapkan sebagai salah satu wilayah terjangkit covid-19 di NTB. berdasarkan keterangan keluarga, pasien sudah mengalami sakit kurang lebih satu bulan dengan keluhan awal sakit gigi dan gusi berdarah serta beberapa kali menjalani pengobatan di Puskesmas Taliwang.

Pada tanggal 20 Maret, pasien dibawa ke  Rumah Sakit Selong, Lombok Timur untuk menjalani perawatan dengan keluhan lemas, gusi berdarah, ruam-ruam di kulit serta kemerahan pada mata. Setelah dua hari dirawat, pada tanggal 31 Maret pasien keluar dari RSU Selong atas permintaan sendiri dan dibawa pulang ke rumah keluarga di Rarang, Lombok Timur.

Tanggal 2 April pasien kemudian dibawa pulang ke Taliwang dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Taliwang dengan keluhan batuk, demam, gusi berdarah, mimisan, lemah dan sulit BAB. “Pasien kemudian dirujuk ke RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,’’ paparnya.

Pria yang juga bupati Sumbawa Barat ini menjelaskan, dengan adanya keluhan demam dan batuk serta riwayat baru pulang dari daerah transmisi lokal, pasien kemudian dikategorikan sebagai PDP. Selanjutnya pada tanggal 3 April pukul 19.10 Wita, pasien di rujuk ke RS Manambai Abdulkadir Sumbawa Besar.

“Saat ini pasien sudah dilakukan swab dan menunggu hasil laboratorium,’’ paparnya lagi.

Pasien dengan status PDP ini kemudian meninggal dunia sekitar pukul 02.00 Wita dini hari kemarin. Seluruh rangkaian penanganan pasien telah dilaksanakan sesuai protokol.

“Saya harap kepada masyarakat untuk tetap tenang, jujur saat pemeriksaan dan disiplin dalam menerapkan physical distancing, hindari keramaian, kurangi aktifitas di luar rumah, selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta menerapkan PHBS,’’ ajaknya.

Pasien berstatus PDP ini sendiri diketahui memiliki mobilitas tinggi melakukan perjalanan ke Lombok Timur. Hal ini disebabkan orang tua pasien tersebut berasal dari Lombok Timur. Bupati juga menyesalkan, sikap pihak keluarga yang tidak terbuka saat dilakukan screening di Posko Gugus Tugas Covid-19 di Poto Tano. Pasalnya, saat dilakukan pemeriksaan dan lain sebagainya, pihak keluarga mengaku IA baru datang dari Labuhan Mapin, Kabupaten Sumbawa.

‘’Padahal IA ini datang dari Lombok Timur. Bahkan sempat mendapat perawatan di RS Selong. Namun karena suhu tubuhnya mencapai 38,1 derajat celcius, IA tidak dibawa pulang ke rumah tapi langsung ke Puskesmas Taliwang dan langsung dibawa ke RSUD Asy Syifa,’’ jelasnya lagi.

Gugus Tugas Covid-19 juga sudah melakukan antisipasi lebih lanjut terhadap pasien PDP ini. Semua orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien PDP yang meninggal dunia ini sudah diidentifikasi. ‘’Ada delapan orang yang sudah diidentifikasi dan untuk sementara masih ditangani pihak RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat dan hari ini langsung diisolasi di pusat isolasi yang disiapkan pemerintah yaitu rusunawa,’’ tandasnya.

Bupati berharap, terhadap masyarakat tidak panik. Masyarakat diminta tetap beraktifitas seperti biasa hanya saja tetap mengikuti prosedur dan standar protokol yang sudah ditetapkan. Terutama jaga jarak, menggunakan masker, dan tetap cuci tangan menggunakan sabun.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumbawa Barat H Tuwuh mengatakan, dalam penanganan pasien berstatus PDP ini dilakukan sesuai standar dan protokol yang telah ditetapkan. Termasuk terhadap delapan orang keluarga dan orang lain yang pernah kontak langsung dengan pasien sudah dilakukan pemeriksaan.

“Untuk saat ini delapan orang ini kondisinya normal. Tapi karena standar protokolnya demikian, delapan orang ini kita isolasi khusus di rusunawa yang disiapkan pemerintah,’’ jelasnya.

Dirinya juga berharap, terhadap orang-orang yang pernah berkontak langsung dengan pasien PDP ini diharapkan dapat jujur dan melakukan pemeriksaan ke puskesmas. “Yang pasti delapan orang ini sudah mengakui sudah pernah berkontak langsung dengan pasien. Dan gugus tugas juga masih terus melakukan pelecakan kontak pasien yang lain,’’ paparnya.

Untuk lingkungan sekitar tempat tinggal pasien ini sendiri tambahnya sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. ‘’Yang jelas apa yang kita lakukan sudah sesuai standar protokol yang ada,’’ tambahnya. (far/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks