alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Empat Bulan, DBD di Sumbawa Tembus 323 Kasus

SUMBAWA-Di saat pemerintah dan masyarakat fokus menangani covid-19, penyakit demam berdarah dengue (DBD) menyerang dari belakang. Jumlah kasus DBD di Kabupaten Sumbawa Januari hingga April bahkan sudah hampir menyamai jumlah total kasus DBD selama satu tahun lalu.

Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa mencatat jumlah kasus DBD priode Januari-April 2020 mencapai 323 kasus. Jumlah kasus empat bulan terakhir ini, hampir menyamai kasus pada periode Januari-Desember 2019  sebanyak 335 kasus.

“Kabar baiknya, tidak ada korban meninggal dunia,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa melalui Kabid P3PL Agung Riyadi kemarin.

Ia menyebutkan memang ada lonjakan kasus yang cukup tinggi di triwulan (TW) pertama tahun ini. Kemudian jika dilihat dari peta persebarannya, memang hampir terjadi di semua kecamatan. Kecuali Kecamatan Alas, Lenangguar, Lantung dan Batulanteh yang masih nol kasus.

Kasus  tertinggi pada tahun ini ada di Kecamatan Empang. Di empat bulan terakhir, kasus DBD di  wilayah ini sudah tembus 104 kasus. Tren paling tinggi terjadi pada Februari lalu. Namun berangsur menurun di Maret hingga April menjadi 16 kasus.

“Selanjutnya disusul Kecamatan Sumbawa dengan 76 kasus,” ujarnya.

Menurutnya, melihat angka kasus di Kecamatan Empang, sudah bisa berstatus kejadian luar biasa (KLB) seperti halnya rabies. Tetapi KLB rabies dengan DBD dinilai berbeda. DBD adalah penyakit endemik. Artinya kejadian KLB di suatu daerah yang endemik sudah biasa terjadi. Dalam situasi endemik tahunan, peningkatan kasus secara signifikan sudah biasa dan penangannya tetap dilakukan.

“Faktanya pada bulan Februari ada peningkatan tajam, setelah itu turun. Karena kita sudah mampu melakukan pengendalian,” jelasnya.

Ditegaskan, melonjaknya kasus DBD di awal tahun ini bukan lantaran tidak ada upaya pengendalian. Ia memastikan dengan mewabahnya covid-19 ini tidak mempengaruhi penanganan DBD.

“Surveilans tetap jalan. Makanya teman-teman ada yang  bekerja dari rumah. Bahkan beberapa waktu lalu kita lakukan pengasapan juga,” ungkapnya.

Ia mengakui DBD adalah penyakit yang berpotensi mewabah. Namun pengendalian DBD tergantung pada perilaku masyarakat. Untuk itu masyarakat harus mejaga kebersihan lingkungan dan sanitasi.  DBD juga  sangat erat dengan musim hujan.

“Musim hujan sekarang kan panjang. Ada yang durasi pendek dan ada yang panjang. Hujan hilang, hujan lagi, kemudian hilang. Kondisi ini bisa memicu mewabahnya DBD,” jelasnya.

Terkait gejala DBD menurutnya memang ada sedikit kesamaan dengan covid-19. Gejala mayornya sama, yakni panas/demam tinggi. Sebab, penyakit yang disebabkan virus pasti panas tinggi, mencapai 38 derajat ke atas.

Hanya jika DBD, selain demam tinggi ditandai juga dengan pecah pembuluh darah di kulit. Sementara penderita covid-19, karea berkaitan dengan saluran pernafasan maka gejalanya batuk, flu, sesak nafas. (en/r4)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks