alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Warga Blokade Jalan menuju Dusun Otak Kris

TALIWANG-Sejumlah warga menggelar aksi memblokade akses jalan masuk menuju Dusun Otak Kris, Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kemarin (5/8). Aksi itu dipicu persoalan pembebasan lahan pembangunan smelter di Dusun Otak Kris. Diketahui sejumlah warga Dusun Otak Kris belum sepakat terkait harga ganti rugi lahan yang dihitung tim appraisal.

Warga yang menggelar aksi, menyayangkan belum tuntasnya ganti rugi lahan ini. Mereka khawatir hal ini bakal berimbas pada pembangunan smelter di KSB. Mereka tidak ingin persoalan pembebasan lahan tersebut menghambat rencana pembangunan smelter di KSB.

Bupati KSB HW Musyafirin mengatakan, saat mengetahui adanya aksi tersebut, ia bersama Kapolres KSB AKBP Mustofa langsung turun ke lokasi. Ini dilakukan untuk memastikan aksi tersebut tidak sampai menganggu kondusifitas yang tentunya akan berimbas pula pada iklim investasi.

“Aksi tersebut merupakan spontanitas dari warga. Tapi aksi ini lebih pada adanya miskomunikasi karena simpang siurnya informasi yang diterima warga,’’ katanya.

Ia mengaku sudah memberi penjelasan kepada warga yang menggelar aksi tersebut. Ditegaskan, persoalan pembebasan lahan itu segera tuntas.

‘’Kami juga minta kepada mereka, ini tidak boleh ada aksi-aksi lagi. Apalagi sampai terjadi konflik. Kalau ada konflik, investor akan lari karena merasa tidak aman dan nyaman,’’ tegasnya.

Warga yang menggelar aksi diakuinya sempat menolak permintaan agar membuka blokade jalan tersebut.  Mereka ingin blokade dibuka setelah digelar musyawarah dengan masyarakat Dusun Otak Kris. Namun setelah dikomunikasikan, warga akhirnya mau menghentikan aksinya.

Menurut bupati, saat ini situasi sudah kembali normal. Pihaknya berharap agar warga Otak Kris berembuk kembali. Jika benar-benar setuju dengan pembangunan smelter, jangan hanya sebatas perkataan. Imbauan ini disampaikan supaya menghindari aksi seperti ini kembali terjadi.

‘’Saat ini kita sudah memberikan kesempatan kepada tim negosiasi untuk kembali bernegosiasi dengan warga Otak Kris,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa menegaskan, aksi blokade jalan menuju Dusun Otak Kris merupakan aksi spontanitas. Kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk menyudahi aksi tersebut.

‘’Ini aksi spontanitas dari masyarakat pencari kerja yang mendukung kehadiran smelter. Karena dengan adanya smelter ada peluang kerja bagi mereka,’’ katanya.

Terkait situasi di lapangan, ia mengatakan, semuanya sudah kembali normal. Karena blokade jalan sudah dibuka kembali.

‘’Kita harus tetap memastikan dan menjamin kondusifitas KSB, sehingga tidak sampai menganggu iklim investasi,’’ tegasnya. (far/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks